Ngeseks Dengan Pacar Yang Mulus Dan Seksi Didalam Kolam Renang


Ngeseks Dengan Pacar Yang Mulus Dan Seksi Didalam Kolam Renang - Namaku Royz, aku masih sangat ingat kejadian waktu itu…

Aku dan ayahku berburu di sebuah gunung di daerah Jatiluhur tentu saja setelah berburu seharian badan terasa capek dan lemah. Malamnya aku memutuskan untuk mencari sebuah panti pijat di Bandung, dengan mengendarai Land Rover-ku aku mulai menyusuri kota Bandung.

Dan akhirnya aku menemukan tempat itu, dan aku langsung masuk menemui seorang gadis di meja depan dan aku dipersilakan duduk dulu. Tak lama kemudian muncul lah seorang gadis yang berpakaian layaknya baby sitter dengan warna putih ketat dan rok setinggi lutut. Wuaaaahh cantik juga dia, dan pasti juga merangsang libidoku.

Dengan ramah ia mempersilakan aku masuk ke ruang pijat, ruangan selebar 4×4 dengan satu ranjang dan sebuah kipas angin menggantung di atasnya.

Bajunya dibuka dulu ya Bang” katanya dengan tersenyum manis.

Ok lahh…” sambutku dengan semangat.

Tapi kipasnya jangan dinyalain yah, dingin nih…” ucapku sambil membuka baju.

Dia pun mengangguk tanda paham akan keinginanku. Kubuka sweaterku dan aku pun berbaring, aku memang sengaja tidak memakai t-shirt malam itu.

Celananya sekalian dong Bang” katanya.

Emmm… Lo yang bukain deh, males nih” kataku.

Dia pun tersenyum dan agaknya memahami juga hasratku.

Ahh… kamu manja deh” katanya.

Dengan cekatan tangannya yang mulus dan lentik itu pun mencopot sabuk di pinggangku kemudian melucuti celanaku. Wah dia kelihatannya agak nafsu juga melihat tubuhku ketika hanya ber-CD, terlihat adik manis ku tersembul dengan gagahnya di dalam sarangnya.

Eh… ini dicopot sekalian ya…?, biar enak nanti mijitnya!” ucapnya.

Wahhh itu nanti aja deh, nanti malah berdiri lagi” kataku setengah bercanda.

Lagi-lagi ia menyunggingkan senyum manisnya yang menawan. Kemudian aku tengkurap, ia mulai memijitku dari punggung atas ke bawah.

Wah… pijitanmu enak ya” pujiku.

Nanti kamu akan merasakan yang lebih enak lagi” jawabnya.

Oooh jadi servis plus nih…?” tanyaku.

Mmm… buatmu aku senang melakukannya” jawabnya.

pijatannya semakin ke bawah dan sekarang tangannya sedang menari di pinggangku, wah geli juga nih dan kemaluanku pun mulai bereaksi.

Eh… balikkan badan dong!” pintanya.

Ok… ok…” jawabku.

Aku langsung saja berbaring. Tentu saja batanganku yang ereksi berat terlihat semakin menggunung.

Wahh… belum-belum saja sudah ngaceng yaa” godanya sambil tangannya memegang kemaluanku dengan jarinya seakan mengukur besarnya.

Habisnya kamu merangsang sihh…” kataku.

Nah kalau begitu sekarang waktunya dicopot yah…? biar enak itu punyamu… kan sakit kalau begitu” pintanya.

OK copot aja sendiri… aku memang udah nggak tahan lagi, abis udah ereksi penuh sih” jawabku menantang.

Dengan bersemangat gadis itu memelorotkan CD-ku, tentu saja kemaluanku yang sudah berdiri tegak dan keras mengacung tepat di mukanya.

Ck… ck… ckk… besar amat punyamu, berapa kali ini kamu latih tiap hari” katanya sembari tertawa.

Ah emangnya aku suka coli apa” jawabku.

Ia menyentuh kepala kemaluanku dengan penuh nafsu, dan mengelusnya. Tentu saja aku kaget dan keenakan, habis baru pertama kali sih.

Ahhh… mau kamu apakan adikku…?” tanyaku.

Tenang… belum waktunya” jawab nya sambil mengelus dengan lembut dan merabai juga kantong zakarku.

Wah… hh… jangan berhenti dulu, aku mau keluar nih” kataku.

Haha… baru digitukan aja udah mau keluar, payah kamu” ledeknya.

Entar lagi lah, pijitin dulu badanku” kataku.

OK lah…” jawabnya.

Ia mulai mengambil minyak pijat dan memijat tangan dan dadaku. Wahhh ia naik dan duduk di perutku. Sialan! belahan dadanya yang putih mulus pun kelihatan, aku pun terbelalak memandangnya.

Baca Juga : Bercinta Dengan Cewek Kantor Yang Montok Dan Seksi


Sialan! montok bener tetekmu” ucapku.

Tanganku pun mulai gerilya meraba dan memeganginya dan ia pun mengerjap, pijatannya pun otomatis terhenti.

Setelah agak lama aku merabai gunungnya ia pun turun dari perutku dan perlahan membuka kancing bajunya sampai turun ke bawah, sambil menatapku dengan penuh nafsu. Ia sengaja mempermainkan perasaanku dengan agak perlahan membuka bajunya.

Cepatlahh… ke sini, kasihan nih adikku udah menunggu lama” ucapku sambil mengocok sendiri kemaluanku, habis nggak tahan sih.

Eits jangan!” sergahnya sambil memegang tanganku.

Ini bagianku!” katanya sambil menuding adikku yang seakan mau meledak.

Tak lama ia kemudian mengambil minyak pijat dan mengoleskan ke kemaluanku.

Ehmm… ahhh…” aku pun menggelinjang.

Ia tak peduli, malah tangannya semakin cekatan memainkan kemaluanku.

aaaahhh… aku nggak tahan nihhh” desahku.

Kemudian ia mulai menghisapnya seraya tangannya mengelus buah zakarku.

Aduhhh… aaaahhh… aku mau keluar nihhh!” racauku.

Kemudian kemaluanku berdenyut dengan keras dan akhirnya… Croottt… maniku memancar dengan derasnya, ia terus mengocoknya seakan maniku dihabiskan oleh kocokannya.

Aaaahhh…” aku melenguh panjang. Badanku semua mengejang. Ia kelihatanya suka cairanku, ia menjilatinya sampai bersih hingga aku pun lemas.

Gimana enak kan…?, tapi kamu payah deh baru digituin dikit aja udah KO” godanya.

Habbiss kamu gitukan sih, siapa tahannn” sanggahku. Ia memakluminya dan agaknya tahu kalau aku baru pertama kalinya.

Tuh kan lemes punyamu, mengkerut lagi…” ucapnya sambil ia memainkan kemaluanku yang sudah nggak berdaya lagi.

Entar ya, nanti kukerasin lagi” katanya.

Hufff… OK lah” kataku pasrah.

Dengan masih menggunakan bra dan CD ia mulai memijatku lagi. Kali ini ia memijat pahaku dan terkadang ia menjilati kemaluanku yang sudah lemas.

Ihhh lucu ya kalau sudah lemes, kecil!” ia mengejekku.

Aku yang merasa di KO-nya diam saja. Sembari ia memijat pahaku, dadanya yang montok kadang juga menggesek kakiku, wahhh kenyal sekali!

Kenapa liat-liat…?, napsu ya ama punyaku…?” godanya.

Wahhh, bisa-bisa adikku terusik lagi nih” jawabku sambil mengelus dan mengocok sendiri kemaluanku sembari melihat geliat gadis itu memijatku.

Wah dasar tukang coli kamu” ejeknya.

Biar aja, akan kubuktikan kalo aku mampu bangkit lagi dan meng-KO kamu” kataku dengan semangat.

Benar juga kemaluanku yang tadinya tidur dan lemas lambat laun mulai naik dan mengeras.

Tuh berdiri lagi” katanya girang.

Pasti!” kataku.

Aku tidak melewatkan kesempatan itu, segera kuraih tangannya dan aku segera menindihnya.


Uhhh… pelan dikit doong!” katanya.

Biar aja, habis kamu napsuin sih” kataku.

Dengan cepat aku melucuti BH dan CD-nya. Sekarang kelihatan semua gunung kembarnya yang padat berisi dengan puting merahnya serta lubang kemaluannya yang bagus dan merah. Langsung saja kujilati puncak gunungnya dengan penuh nafsu.

Emmm… nikmat, ayo terusin…” desahnya membuatku berdebar.

Kulihat tangannya mulai merabai kemaluannya sendiri sehingga kelihatan basah sekarang. Tandanya ia mulai bernafsu berat, aku pun mengambil alih tangannya dan segera menjulurkan lidahku dan kumainkan di lubang kemaluannya yang lezat. Ia semakin menjadi, desahannya semakin keras dan geliat tubuhnya bagaikan cacing.

Aaaahhh… ooohhh… ayo lah puaskan aku” ucapnya semaking menggoda.

Ia pun mulai menggapai batang kemaluanku yang sudah keras

Ayo masukkan!” desaknya.

Tanpa basa-basi aku pun menancapkan barangku ke lubang kemaluannya…

Jleeeb.. jleeeebb!

Aaaahhh… uuhhh… sseesshhh…” desahnya. Ia agak kaget rupanya menerima hujaman pusakaku yang besar itu.

Uooohhh… ennakkk…” racaunya.

Mulutnya mengap-mengap kelihatan seperti ikan yang kekurangan air, aku pun semakin semangat memompanya. Tapi karena terlalu bernafsunya aku tidak bisa mengontrol maniku.

Heemm… heeem… aaahhh… eeeemm… aku mau keluar lagi nihh!” kataku.

Sseeesshhh… aahhh… aaaah… payah lo, gue tanggung ni entar donk!” ucapnya.

Aku sudah tidak tahan lagii” desakku.

Tak lama kemudian batang kemaluanku berdenyut kencang…

Aaaku… keluarrr…” erangku.

Ehhh cepat cabut!” sergapnya.

Aku pun mencabut batang kemaluanku dan ia pun segera menghisapnya.

Aaaaaahhh… seeesssshhhh…!” racauku tak karuan.

Crot crottt croooottt… memancar dengan derasnya maniku memenuhi mulutnya dan berceceran juga di gunung kembarnya yang masih tegang.

Aaahhhh…” aku pun langsung tumbang lemas.

Aduh gimana sih, aku nanggung nih!” ucapnya kesal. Aku sudah tidak bisa berkata lagi, dengan agak sewot ia berdiri.

Aaaahhh kamu menghabiskan cairanku yaaa… lemes nihh” kataku.

Udah lahh… aku pergi!” katanya sewot.

Ya udah sana, thanks ya Sayang” ia pun berlalu sambil tersenyum.

Pengalaman malam itu seakan telah merubah pandanganku tentang cewek. Aku berpikir semua cewek adalah penyuka seks dan penyuka akan kemaluan lelaki. Atas dasar itulah kejadian ini terjadi.

Siang itu aku bertemu pacarku…

Ehhh, abis ngapain kamu Royz…? kok kelihatanya lemes amat…? sakit yah…?” tanyanya.

Ah… nggak kok, kemaren abis berburu sama ayahku” jawabku singkat.

Ohh… gitu ya” ia kelihatannya mulai paham.

Memang siang itu mukaku kelihatan kusut, sayu dan acak-acakan. Pokoknya kelihatan sekali deh kalau orang habis ML jor-joran, tapi kelihatannya pacarku tidak curiga.

Eh… besok kan kita nggak kuliah” katanya.

Iya memang enggak” jawabku.

Kita berenang yuk…?” ajaknya.

Emm… OK jadi!” jawabku mantap.

Pacarku memang hobi berenang sih, jadi ya OK saja deh.

Karena hari itu sudah sore menunjukkan pukul 15:45, aku segera menggandeng tangan Belma…

Ayo lah kita pulang, yok kuantar” ajakku. Dia pun menurut sambil memeluk tanganku di dadanya.

Malamnya aku tidak bisa tidur, gadis pemijat itu masih berputar di otakku dan tidak mau pergi. Bayangan-bayangan gerakan tangannya yang luwes serta hisapan kenikmatan yang kurasakan waktu itu tidak bisa dilupakan begitu saja dari benakku.

Sialan! bikin konak aja luh” gerutuku. Aku pun hanya gelisah dan tidak bisa tidur karena kemaluanku tegang terus.

Aku berusaha melupakannya dengan memeluk guling dan berusaha untuk tidur, tetapi hangat liang kemaluannya saat mencengkeram kuat pusakaku masih saja menghantui pikiranku.

Ahhhh! aku nggak tahan nih” segera kucopot celana dan CD-ku. Kuambil baby oil di meja dan aku pun onani dengan nikmatnya.

Ahhh kugerakkan tanganku seolah menirukan gerakan tangan gadis itu sambil membayangkan adegan demi adegan kemarin malam itu. Huff nafasku semakin memburu, gerakan tanganku semakin cepat dibuatnya. Kurang lebih 7 menit kemudian Croooott!… tumpahlah cairan maniku membasahi perut dan sprei sekitarku. Aku pun langsung tidur.

Paginya pukul 06:30 kakak perempuanku masuk ke kamar untuk membangunkanku. Karena kamarku tidak dikunci, betapa terbelalaknya dia ketika melihat aku tanpa celana tidur terlentang dan melihat batanganku sudah berdiri dan di perutku terdapat bekas mani yang mengering.

Royz, apa-apaan kau ini ha!” hardiknya.

Aku terkejut dan langsung mengambil selimut untuk menutupi batangan kerasku yang menjulang.

Eh Kakak… emm…” kataku gugup.

Kamu ngapain ha…?, sudah besar nggak tau malu huh…!” ucapnya.

Aku cuek saja, malah aku langsung melepas selimut dan meraih celanaku sehingga kemaluanku yang tegang tampak lagi oleh kakakku.

Iiihhh nggak tau malu, barang gituan dipamerin” ia bergidik.

Biar aja yang penting nikmat” jawabku enteng.

Kakak perempuanku yang satu ini memang blak-blakan juga sih. Ia menatapnya dengan santai, kemudian matanya tertuju pada baby oil yang tergeletak di kasurku.

Sialan kamu memakai baby oil-ku yah…? Dasarrr!” omelnya.

Ia ngomel-ngomel dan berlalu, aku pun hanya tertawa cekikikan.
Braaak!” terdengar suara pintu dibanting olehnya, Dasar perempuan! nggak boleh liat cowok seneng, gerutuku.

Aku pun dengan santainya keluar kamar dan sarapan sebelum mandi, kulihat kakak perempuanku sedang lihat TV.

Eh, Kak minta shampoo dan sabunnya dong!” pintaku.

Ogah ah! entar kamu buat macam-macam, pokoknya nggak mau” jawabnya ketus.

Huhh… weeekk!” aku mencibir.

Aku langsung saja mandi dan sarapan. Sekitar pukul 07:30 ku stater Land Rover kesayanganku dan langsung kupacu ke tempat Belma, mungkin ia sudah menungguku. Benar juga sampai di depan pagar rumahnya ia sudah menungguku di depan teras rumahnya.

Haii… kok terlambat sih sayang…?” tanyanya.

Eh, sori nih trouble dengan kakak perempuan” dalihku.

OK lah, ayo kita berangkat!” jawabnya.

Kami pun langsung tancap menuju tempat tujuan kami yaitu kolam renang di kawasan Cipanas. Yah, maklum saja hari itu jalanan sepi maka perjalanan kami lancar karena tidak terjebak macet. Kurang lebih 2 jam perjalanan santai kami sampai di tempat tersebut.

Yang sini sajalah… tempatnya enak loh” pintanya.

Baiklah Sayaang” kataku.

Kami berdua langsung saja masuk…

Yang, aku ganti dulu yah kamu ikut nggak…?” ajaknya.

Yuk! sekalian aku juga mau ganti” jawabku.

Di kolam renang itu paling hanya terdapat segelintir orang yang sedang berenang, karena tempat itu ramai biasanya pada hari Minggu.

Emmm kita ganti baju bersama saja yah…? biar asyikk…” katanya.

Aku spontan menganggukkan kepalaku. Di dalam ruang ganti kami pun segera meletakkan tas kami dan segera melepas baju. Sayangku ganti baju terlebih dahulu, ia mencopot dulu kaosnya, Belma memang penyuka kaos ketat dan celana jins, melihatnya melepas kaosnya aku pun hanya terpaku tak berkedip.

Kenapa Sayang…? ayolah lepas bajumu” katanya sambil tersenyum.

Habis aku suka memandangmu waktu begitu sih” ucapku, dan dia hanya tertawa kecil.

Aku pun segera mencopot kaosku dan celana panjangku dan cuma CD yang kutinggalkan. Tanpa ragu-ragu aku pun memelorotkan CD-ku di depan pacarku karena ingin ganti dengan celana renang

Wahhh sayang ni…” katanya sedikit terkejut. Rupanya ia agak kaget juga melihat batang kemaluanku yang setengah ereksi.

Kok tegang sih yang…?” selidiknya manja.

Habis kamu montok sih” jawabku seraya memakai celana renang yang super ketat.

Wahhh hemmm” goda pacarku ketika melihat kemaluanku tampak menyembul besar di balik celana renang itu, dia itu memang asyik orangnya.

Nahh aku sudah beres” kataku setelah memakai celana itu.

Eh… bantu aku dong!” dia tampaknya kesulitan melepas branya.

Sini aku lepasin” kataku.

Kemudian kulepaskan branya. Astaga, sepasang daging montok dan putih terlihat jelas, hemmm spontan saja batang kemaluanku tegang dibuatnya.

Ah sayang, dadamu indah sekali” kataku sambil berbisik di belakang telinganya.
Langsung saja ia kupeluk dari belakang dan kuciumi telinganya.

Eeh… kamu ingin ML di sini yah…?” jawabnya sambil memegang tengkukku.

Aku tidak menjawab. Tanganku langsung bergerilya di kedua gunung kembarnya, kuremas-remas dengan mesra dan kupelintir lembut putingnya yang masih merah segar.

Ah Sayang!” desahnya pendek. Batang kemaluanku yang sudah tegak kugesek-gesekkan di pantatnya, wahhh… nikmat sekali, dia masih memakai celana sih.

Aduh keras sekali, sayang ngaceng yah…?” godanya.

Dah tau nanya… hhh…” kataku terengah.

Buah dadanya semakin keras saja, rupanya ia mulai terangsang dengan remasanku dan ciumanku di telinganya.

Eeeemmm… oooohhh…” lenguhnya sambil memejamkan mata.

Melihat gelagat tersebut aku menurunkan tanganku ke resleting celananya, kulepas kancingnya dan kupelorotkan resletingnya, ia agaknya masih agak ragu juga, terbukti dengan memegang tanganku berupaya menahan gerakan tanganku yang semakin nakal di daerah selangkanganya.

Tetapi dengan ciumanku yang membabi buta di daerah tengkuknya dan remasanku yang semakin mesra, akhirnya tanganku dilepasnya, kelihatannya ia sudah terangsang berat. Tanpa basa-basi tanganku langsung menelusup ke CD-nya.

Wahh terasa bulu-bulu halus menumbuhi sekitar liang kemaluannya.

Kuraba klitorisnya…

Aaawwhh… oouuuhh… sayang kamu nakal deh” dengusnya sambil mengerjap.

Ia langsung membalikkan tubuhnya, memelukku erat dan meraih bibirku, Cupppp wah ia lihai juga melakukan French Kiss. Dengan penuh nafsu ia melahap bibirku. Cewekku yang satu ini memang binal seperti singa betina kalau sudah terangsang berat.

Agak lama kami ber-French Kiss, perlahan ia mulai menurunkan kepalanya dan ganti memangsa leherku, Aahhh geli sayang, kataku. Rupanya debar jantungku yang menggelegar tak dirasakan olehnya. ia langsung mendorongku ke tembok, dan ia pun menciumi dadaku yang bidang dan berbulu tipis itu. Wah dadamu seksi yah katanya bernafsu.

Menjulurlah lidahnya menjilati dadaku “Slurrppp” jilatan yang cepat dan teratur tersebut tak kuasa menahan adik kecilku yang agak menyembul keluar di balik celana renangku. Jilatannya semakin lama semakin turun dan akhirnya sampai ke pusarku. Tangan pacarku kemudian merabai batang kemaluanku yang sudah keras sekali.

Aku pun sangat bernafsu sekali karena mengingatkanku pada gadis panti pijat yang merabai lembut kemaluanku.

Aaaahhh… Sayang…” desahku tertahan.

Dengan cekatan ia memelorotkan celana renangku yang baru saja kupakai, alhasil batanganku yang keras dan panjang pun mendongak gagah di depan mukanya.

Iiihh…! gila punyamu Sayang” katanya.

Belma sayang hisap dong!” pintaku.

Ia agak ragu melakukan itu, maklum ia masih virgin sih. Ia belum menuruti permintaanku, ia hanya mengocok pelan namun gerakan kocokannya pun masih kaku, sangat berbeda dengan gadis pemijat tempo hari.

Seeessshhh… aaaahhh…” aku pun mendesah panjang menahan kenikmatanku.

Sseeessshhhh… sayang hisap dong!” racauku.

Aku pun menarik kepalanya dan mendekatkan bibirnya yang mungil ke kepala kemaluanku, sekali lagi ia agak ragu membuka mulut.

Aah nggak mau yang, mana muat di mulutku” jawabnya ragu.

Ehh tenang saja sayang, pelan-pelan lah

Dia agaknya memahami gejolakku yang tak tertahan. Akhirnya ia memegang batanganku dan menjulurkan lidahnya yang mungil menjilati kepala kemaluanku.

Slurpp slurpp… sejuk rasanya…

Mmeemmmhhh… aaaahh… nah begitu Sayang ayo teruss… aaaaahh… ssseeeeshh… buka mulutmu sayang” racauku.

Ia masih saja menjilati kepala dan leher kemaluanku yang mengacung menantang langit, lama-lama ia pandai juga menyenangkan lelaki, jilatannya semakin berani dan menjalar ke kantong zakarku.

Ih bau nih sayang… tadi nggak mandi ya…?” katanya menggodaku ketika menjilati buah zakarku yang ditumbuhi bulu-bulu halus.

Iihh… nggak lah sayang, kan yang penting nikmat” kataku tertahan.

Mulut mungil Belma perlahan membuka, aku pun membimbing batang kemaluanku masuk ke mulutnya.

Eeemmmhh… eegghhhh…” terdengar suara itu dari mulut Belma ketika batangku masuk. Tampaknya ia menikmatinya, ia pun mulai menghisapnya dengan bernafsu.

Aaahhh… eeemmhh… ooohhh…” desahku penuh kenikmatan.

Mmmhh… sayang… nikmatttt sekali…” gumamku tidak jelas.

Setelah agak lama, aku pun menarik kemaluanku dari mulut Belma. Segera kubopong tubuhnya ke bangku panjang di dalam ruang ganti. Kurebahkan badannya yang lencir dan montok di sana, dengan keadaan pusakaku yang masih mengacung, kupelorotkan celana jeans Belma dengan penuh nafsu, Syuutt dan tak lupa CD-nya. Ia pun tampaknya pasrah dan menikmatinya karena tangannya merabai sendiri puting susunya.

Kemudian tampaklah lubang kemaluannya yang merah dan basah, aku pun segera mendekatkan kepalaku dan Sluuup, lidahku kujulurkan ke klitorisnya.

Heeemmmhhh… sluuupp… Aaaahh…huuuuhhh…!” desahnya panjang menahan kenikmatan yang dirasakan akibat tarian lidahku di kemaluannya yang sangat lincah yang membuat Belma mati keenakan dibuatnya.

Sseesssh… sseeeesshh…” desisnya bagaikan ular kobra.

Royzz aku nggak tahan lagiii…” ia menggeliat tak karuan.

Akuuu nyampai nihhh” teriaknya.

Jilatanku semakin kupercepat dan kutambah ciuman mesra ke bibir kemaluannya yang harum, Cuuup cuuupp… kelihatannya ia hampir mencapai puncak karena kemaluannya memerah dan banjir.

Sseeesssshh… aaaaahh… ooouuuohhh… yaangg… aku keluarrr…!” erangnya menahan kenikmatan yang luar biasa.

Benar juga cairan kemaluannya membanjir menebar bau yang khas. 

Heeemmmhh… enak…” desahnya lagi.
aku masih saja menjilatinya dengan penuh nafsu.

Aduhhhhhh… Sayang… aku udah nihh” katanya lemas.

Bel, aku masih konak nih” kataku meminta.


Langsung saja tanganku ditariknya dan mendudukkanku di atas perutnya, batang kemaluanku yang masih tegang menantang belum mendapat jatahnya. Langsung saja Belma mengambil lotion Tabir Surya dan mengolesinya ke batang kemaluanku dan ke dadanya yang montok, dan ia segera mengapitkan kedua gunung geulis-nya agar merapat. Ia mengambil lagi lotion itu, dan mengusapkan ke kemaluanku…

Aaaahhhh” aku pun hanya merem-melek. Kemudian ia menarik batang kemaluanku di antara jepitan gunung kembarnya. Wahh nikmat juga rasanya, aku pun memaju-mundurkan pantatku layaknya orang yang sedang bersetubuh.

Bagaimana rasanya sayang…?” tanyanya manja dan memandangku sinis.

Aaaaahhh… eeemmmm… ssseeeesshh… nikmat sayang” jawabku, ia pun tertawa kecil.

Ia merapatkan lagi gunungnya sehingga rasanya semakin nikmat saja.

Ooohhhhhh… nikkmattt… sayangg!” erangku.
Ia hanya tersenyum melihat mukaku yang merah dan terengah menahan nikmat.

Rasain…! habis kamu nakal sih” katanya.

Tapi lebih nikmat memekmu sayang” jawabku.

Hush” katanya.

Gerakanku semakin cepat, aku ingin segera mencapai puncak yang nikmat.

Uuuuhhh… aaahhhh… eeeemmm… aaaahhh…!” erangku tertahan.

Tak lama aku merasa hampir keluar…

Sayang aku hampir nyampe nihh” desahku.

Keluarin aja sayang pasti nikmatt” jawabnya.

Tak lama batang kemaluanku berdenyut dan…
Crottt croott crrootttttt…

Oooohhhh… eeemmmh… sseeeshh! nikmat sekali rasanya” racauku.
Spermaku memancar dengan deras dan banyak.

Ooohh” gumamku.
Spermaku memancar membasahi leher Belma yang jenjang dan mengena juga janggut dan bibirnya.

Ihhh baunya aneh ya…” dengusnya.

Ia mencoba membersihkan cairan kental itu dengan tangannya, aku pun turun dari atas tubuhnya. Aaahhh nikmat Sayang tapi dalam hatiku aku belum puas jika belum menjebol liang kemaluan Belma. Belma pun segera membersihkan maniku yang belepotan.

Iihhh kok kayak gini sih…?” tanyanya penuh selidik.

Itu namanya cairan kenikmatan sayang” jawabku enteng.

Ooo…” katanya pura-pura tahu.

Habis bercinta enaknya berenang yuk…?” ajaknya.

OK Gas!” kataku.

Belma pun segera berpakaian renang dan aku juga. Setelah siap kami pun keluar kamar, wah ternyata di luar sepi sudah tidak ada orang lagi, padahal masih menunjukkan pukul 14:30 siang. Ternyata lama juga kami bercinta. 

Byurrr…
kami berdua pun mencebur dan berenang.

Aku yang sudah terkuras kejantanannya semenjak kemarin malam segera ketepi dan hanya melihat Belma berenang. Gerakan renangnya yang bagai putri duyung, dibalut baju renangnya yang seksi serta kulitnya yang putih mulus, membangkitkan lagi gairahku. Terbesit di pikiranku untuk bercinta di kolam renang, kebetulan tidak ada orang dan petugas jaganya jauh.

Belma, sini sayang!” panggilku.

ada apa Royz…?” jawabnya sambil berenang mendekat ke arahku. Aku masuk ke air dan langsung memeluknya dan mencium bibirnya dengan ganas.

Kamu membuatku nggak tahan sayang” kataku.
Untung saja kolam renangnya tidak dalam sehingga bisa enak kami bercinta.

Uuuuhhh…” desahnya agak terkejut.

Ia pun membalas ciumanku. Aku tidak melucuti pakaian renangnya, aku cuma menyibakkan sedikit cawat bawahnya sehingga liang kemaluannya kelihatan. Ooohhh, kelihatan menggairahkan sekali kemaluannya di dalam air yang jernih itu.

Dengan ganas aku menciumi bibirnya yang basah serta meremas lembut dadanya yang terbalut baju renang yang tipis itu. Belma kelihatan sangat cantik dan segar dengan badan dan rambut yang basah terurai.

Ahhh sayang, nanti kelihatan orang” katanya khawatir.

Tenang sayang, tak ada yang melihat kita begini” kataku.

Baiklah Royz, kubuat kamu KO di kolam…!” tantangnya.

Ia langsung memelorotkan celana renangku, batang kemaluanku yang sudah tegang pun menyembul dan kelihatan asyik di dalam air. Belma mengocok kemaluanku di dalam air. Eeemmmm geli dan sejuk rasanya. Tanpa menunggu lama lagi aku ingin memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya.

Belma… kumasukin yah…?” tanyaku.

“Iya sayang” jawab belma tanpa ragu sambil menganggukan kepala nya tanda setuju.

Kudekap erat tubuhnya agar dekat, ternyata Belma sudah membimbing batang kemaluanku masuk ke lubang kemaluannya.

Aaaawwwhhh” ia menyeringai ketika kepala kemaluanku menyentuh bibir kemaluannya.
Aku pun segera mengangkat Belma ke pinggir kolam dan kubaringkan dia, kutekuk lututnya sehingga lubang kemaluannya kelihatan menganga.

Siap Sayang…” kata ku sambil mulai memasukkan sedikit.

Uuuuuhhhh” desahnya, padahal baru kepalanya saja yang masuk.

Aaaaaahhh… Sayang, punyamu terlalu besarr” pekiknya tertahan.

Aku pun segera menekan lagi dan akhirnya…
Jleeeebb…
Seluruhnya bisa masuk…

Aaawwhhh… aaaahhh… eeeemmmhhh…” erangnya menahan gesekanku.

Sseeessshhh… ooohhh… enak kan Sayangg…?” kataku terengah.

Huuhh… uuuuhhh ayoo terus sayangg ennnakk” racaunya.

kemudian terdengar bunyi yang tak asing lagi, Creeet… creeett… creeett… asyik kedengarannya, aku semakin giat memompanya. Kemudian aku ingin ganti posisi, aku suruh Belma menungging.

Ayolah Sayang puaskan aku!

Ia pun menungging dengan seksinya, terlihat lubang kemaluannya merekah, menarik untuk ditusuk.

Batang kemaluanku kumasukkan, Jleeebb… 

Aaaaahhh… Seeesssshhh… ooohhh…” desahnya penuh kenikmatan. Nafasnya semakin memburu…

Huff… eeeemmmhhh… eeemmm…” aku terengah.

Kupercepat gerakanku…
Jleb… jleeb… jleeeb… jleeeebb…

Aaahhh… Ssayangg bentar lagi aku nyampe nihh” kataku terburu.

Aakuu jugaa…” jawabnya.

Himpitan liang kemaluan Belma yang kencang dan basah membuat maniku tak kuasa lagi untuk keluar, dan akhirnya Belma pun mencapai puncaknya.

Oooouhhhhh akuu bentar lagi Sayanggg” racau belma.
Cairan kemaluannya pun membanjir, hal ini semakin membuatku juga tidak tahan
.
Aaaaahhh… aku juga Sayangg!” erangku penuh kenikmatan.

Cepat cabut keluarin di luarr!” sergapnya.

Dengan cepat segera kucabut kemaluanku, Belma pun tanggap ia pun memegangnya dan mengocoknya dengan cepat.

Aaaaohhhhhh! nikmattt!

Croottt… crroott… croottttt…
spermaku pun keluar.

Eeeesshhhhh… aaaahh… tapi sedikit, maklum terforsir.

Aahh… kok sedikit Sayanggg…?” katanya meledek.

Eeeemmhh… aaah… habis nih cairanku” jawabku lemah.

Aku pun lemah tak berdaya dan ia pun berbaring di pangkuanku. Aku mengelus rambutnya yang basah

kukecup keningnya… 
Cup! I love you Sayang” ucapku pada belma.

Sejak itulah kami sering melakukannya, baik di mobil maupun pada di sebuah gubuk di hutan kala kami berburu bersama. Dalam hatiku aku berkata, gadis pemijatlah yang membuatku jadi begini, membuatku menjadi pria haus akan bercinta.

0 comments:

Posting Komentar