MARKIGAS88 | AGENT BETTING ONLINE TERPERCAYA 2025

SLOT | SPORTBOOK | LIVE CASINO | TOGEL | SABUNG AYAM

BONUS NEW MEMBER BOOM (SLOT GAMES)

KHUSUS BAGI NEW MEMBER LANGSUNG AJA CLAIM DAN DAPATKAN PROMO BONUS NYA !!

GARANSI ANTI RUNGKAD 100%

DAPATKAN KEMBALI SALDO KEKALAHAN PERTAMA MU 100% TANPA RIBET !!

JTW ( Jaminan Tidak WD )

UDAH BANYAK DEPO TAPI BELOM WD JUGA ?? LANGSUNG AJA CLAIM BONUS JTW NYA DAN DAPATKAN SALDO BERMAIN GRATIS !!

BONUS DEPOSIT HARIAN 10% ALL GAMES

AYO CLAIM BONUS DEPOSIT HARIAN 10% NYA UNTUK SEMUA PERMAINAN TANPA RIBET !!

Tampilkan postingan dengan label MONTOK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MONTOK. Tampilkan semua postingan

Ngeseks Dengan Pacar Cantik Dan Bohay


Ngeseks Dengan Pacar Cantik Dan Bohay - Namaku Kristian, sungguh hari itu tidak pernah terbayang olehku, dimana aku bisa merasakan memek perawan anak kost yang seksi.

Pertama kali aku mengenalnya adalah saat pulang dari Jakarta, dia adalah siswa sekolah keguruan yang ada di kost pada saat itu, dia cantik, manis dan bertubuh mungil dengan kulit putih.

Dasar nasibku lagi mujur tak lama berselang dia pindah kost kerumahku jadi mudah bagiku tuk lebih jauh mengenalnya. Ternyata orangnya supel dan pandai bergaul, sehingga aku tambah berani tuk menyatakan perasaan hatiku, lagi-lagi aku beruntung dia menerima pernyataanku, alangkah bahagianya aku.

Suatu hari aku ada acara keluar kota, iseng aku mengajaknya pergi, ternyata dia menyambut ajakanku. Sepanjang jalan menuju luar kota kami ngobrol sambil bercanda mesra, kadang tanganku iseng pura–pura tak disengaja menyentuh pahanya mulanya dia menepis tanganku tapi lama kelamaan membiarkan tanganku yang iseng mengelus pahanya yang putih dan gempal, aku beranikan diri mengelus- elus pahanya sampai kepangkal pahanya. Dia tetap diam bahkan seperti menikmati elusan tanganku.

Bercinta Dengan Pacarku Yang Mulus Dan Montok Dengan Ganas Di Rumahku


Aku tarik tanganku dari rok hitamya lalu bertanya padanya boleh nggak aku menyentuh payudaranya yang membukit dibalik baju berwarna pink, mulanya dia menolak, aku coba merayunya dengan berkata bahwa aku ingin mengelus walau hanya sebentar.

Akhirnya dia mengangguk pelan, langsung aja tanganku menyusup kebalik bajunya dan mengusap, mengelus bahkan saat kuremas susunya yang mungil dan kenyal dia hanya mendesah dan menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil yang kami kendarai.

Kupermainkan puting susunya dengan dua jari dan dia semakin mendesah, sambil tetap menyetir aku tarik resleting celanaku dan ku keluarkan penisku yang telah menegang sejak tadi bak laras tank baja, aku pegang tangannya dan kutarik kearah penisku. Saat tangannya menyentuh penisku yang besar dan panjang dia tarik kembali tangannya, mungkin kaget karena baru pertama kali.

Dengan sedikit basa basi kembali kutarik tangannya tuk memegang penisku akhinya dia menyerah, kemudian mulai mengelus penisku perlahan.

“Kris… punyamu besar sekali, hampir sebesar pergelangan tanganku” katanya.

“Hmm, susumu juga kenyal sekali” kata ku sambil menikmati elusan tangannya pada penisku.

setelah kami sampai di kota tujuan langsung ku cari tempat untuk menginap, setelah itu pergi lagi tuk belanja keperluan selama di kota itu. Malam ini kami ngobrol di beranda depan kamar tempat kami menginap sambil nonton tv, kami duduk berdampingan sekali kali tanganku bergerilnya ditubuhnya ternyata dibalik baju tidurnya dia hanya memakai cd sehingga tanganku bisa bebas meremas remas susunya dan memainkan putingnya.

“Aaakh, Kris jangan terlalu keras” katanya saat kuremas dengan rasa gemas.

“Maaf, habis susumu kenyal sekali” kata ku.

“Iya, tapi sakit” katanya.

“Iya pelan deh, kita pindah kedalam yuk” kataku berbisik padanya dan dia mengangguk perlahan.

RTP SLOT GACOR TERUPDATE
GUDANG CUAN TERPERCAYA 2025


Sesampainya didalam aku peluk dia dari belakang, kuciumi tengkuknya yang putih dengan penuh nafsu dia menggelinjang kegelian, sedangkan kedua tanganku bergerilya pada tubuhnya.

“Aaaahhh, Kris… sshhh…“ desah nya.

Tanganku mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan kulepas bajunya sampai hanya tinggal cd nya yang berwarna hitam. Ku kulum bibirnya, dia membalas kulumanku dengan penuh gairah. Tangannya mengusap-usap penisku dan sesekali meremasnya sehingga aku merasakan nikmat yang tak terhingga.

“Ouuuuhhhh… teruskan sayang” ucapku.

“Iiihhh besar sekali, panjang lagi” katanya.

“Ssssseesssstttt…” kata ku sambil mengulum puting susunya yang makin menegang.

Tanganku kupergunakan untuk menurunkan cd nya. Ku usap perlahan gundukan daging empuk yang di tumbuhi bulu-bulu hitam halus itu, dia menggelinjang kegelian dan ku lanjutkan dengan menggelitik belahan memeknya yang terasa hangat.

“Aaaahhhh… teruskan pelan pelan” katanya sambil meremas penisku.

Kemudian aku menurunkan kulumanku dari susunya ke pusarnya. Dia mengangkat pinggangnya keenakan dan ku teruskan ciumanku pada memeknya dan menegang saat lidahku yang kasar menjilati memeknya yang merah merekah. Dia mengimbangi permainan lidahku dengan menggoyangkan pinggulnya, bibirnya tak henti-henti mendesah.

“Sekarang giliranmu sayang” kataku padanya sambil menyodorkan penisku kemulutnya.

Perlahan tapi pasti dia mulai menciumi batang kemaluanku yang sejak tadi menegang. Setelah itu kutelentangkan kekasihku yang putih, susunya yang mungil menggunung dengan memeknya yang merah merekah dibalik bulu-bulu hitam halus.

Perlahan–lahan aku menaikinya, ku gosok-gosokkan penisku pada belahan memeknya dan dia meregang sambil mendesah tak karuan merasakan nikmatnya gosokkan penisku. Kemudian kutekan sedikit demi sedikit penisku pada memeknya, pinggulnya naik seakan menyuruh agar penisku segera dimasukkan pada memeknya.

“Ayooo, aaaah… aaaaaaaahh… teruskan sayangku…” katanya sambil menarik pinggangku.

“Baiklah, sayang saya masukkan ya” kataku sambil menekan penisku agar masuk lebih dalam lagi pada lubang memeknya secara perlahan karena takut dia kesakitan, sempit sekali.

“Aduuuuh… saaakiittt Kris aaahhhh…” katanya.

“Sebentar juga hilang” kataku.

Penisku keluar masuk di memeknya yang terasa basah dan hangat. Rupanya ini pengalaman pertama baginya karena ada noda darah pada pangkal pahanya.

“Terusss… lebih cepat aaaahhhh… oouuhhuh… nikmat sekali kontolmu sayang” katanya dengan berani, mungkin karena pengaruh rasa nikmat dari keluar masuknya penisku yang panjang. Penisku pun mulai merasakan nikmat dari gesekan dengan dinding dalam memeknya.

“Aaaahhhh… terus goyang pinggulmu” kataku padanya.

Dia menuruti perkataan ku dan menggoyangkan pinggulnya. Dia mengerang sambil memelukku erat, rupanya dia telah mencapai orgasme. Dia berbaring lemas dibawahku, sedangkan penisku masih menancap pada memeknya yang terasa basah.

Terlihat ada air mata pada ujung kelopak matanya, melihat itu aku segera berbisik padanya bahwa aku akan bertanggung jawab atas semua ini. Barulah dia berubah riang kembali dan aku mulai beraktifitas kembali menaik turunkan penisku dan dia merespon gerakanku dengan bersemangat.

Malam itu kami melakukannya sebanyak 8 kali sampai akhirnya kami berdua lemas dan tertidur pulas sampai pagi.

Bercinta Dengan Pacarku Yang Mulus Dan Montok Dengan Ganas Di Rumahku


Bercinta Dengan Pacarku Yang Mulus Dan Montok Dengan Ganas Di Rumahku - Namaku Lucky umurku 21 tahun, aku adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di jakarta, siang itu aku dan kawan-kawan sedang nongkrong dekat kantin untuk menunggu jam kuliah selanjutnya. selama nongkrong aku dan temanku selalu bertukar pikiran atau hanya sekedar sharing seputar pembicaraan laki-laki. Seperti kebanyakan laki-laki normal lainnya, pembicaraannya tidak jauh dari bola, otomotif, wanita dan lain-lainnya.

“Sayang, ayo masuk… udah masuk nih…” ucap diana yg tidak lain adalah pacarku.
Diana terbilang gadis yg cantik, putih mulus, tinggi, sexy, dan tubuhnya pun proporsional.

“Iya nanti aku masuk, kamu duluan aja” jawabku.

“Bener ya, awas loh kalo sampe bolos lagi” sahut diana.

“Iya yannnggg…” jawabku, lalu Diana pun pergi dan masuk kelas sedangkan aku masih asik saja ngobrol bersama teman-temanku.

Karena keasikan ngobrol, aku pun jadi kebablasan untuk masuk kelas.

“Hhmmmm bagus ya bolos lagi, nongkrong aja terus!” ucap Diana sambil menjewer telingaku.

“Aaa… aduuuh… sakit yang” jawabku sambil dijewer.

“Dibilangin jangan bolos juga, malah masih bolos! hhuuufftt…” sahutnya.

“Iya ampun yang, gak lagi-lagi aku bolos…” kataku.

“Gak ada ampun-ampun, ikut aku pokoknya!” jawabnya sambil menjewer telingaku, aku pun menjadi tertawaan teman-temanku karena hal itu.

“Pokoknya kamu harus ngerti pelajaran tadi…” ucap diana sambil melepas jeweran dari kupingku.

“Ya tapi gimana caranya sayang…?” tanyaku.

“Kita kerumah kamu sekarang, aku yang ajarin kamu…” jawabnya, lalu aku pun pulang kerumah bersama Diana karena ada pelajaran tambahan yg akan diberikannya.

Baca Juga : Bercinta Dengan Karyawan Hotel Berpayudara Besar & Mulus


Sesampainya dirumahku, langsung ku ajak masuk Diana. Rumahku sedang sepi karena orang tua ku berada diluar kota untuk urusan keluarga, jadilah aku dan Diana berdua saja.

“Kamu tunggu dulu aja disini, aku mau bikin minum sama ambil cemilan dulu” kataku, lalu Diana pun menurut saja.

Aku pun kembali dengan membawa minuman dan cemilan…

“Nah, ayo kita mulai pelajarannya” sahut Diana, lalu ia pun mengajariku pelajaran tadi.

Cukup lama Diana mengajariku pelajaran kuliah tadi sampai tak terasa jam sudah menunjukan jam 15.30 sore.

“Akhirnya selesai juga…” kataku sambil berbaring dilantai.

“Nah sekarang bebas dah, terserah kamu mau ngapain” sahut Diana sambil merapikan catatan dibindernya.

“Bener nih bebas ngapain aja…?” tanyaku.

“hmm…” jawabnya.

“Kalo gitu giliran aku ngajarin sesuatu ke kamu, hehehehe…” jawabku sambil berlari ke kamar mengambil sebuah tas.

“Ngajarin apa…?, Kamu mau kemana…?” tanya Diana.
Lalu aku pun kembali dengan membawa tas punggung.

“Apa itu yang…?” tanya Diana.

“Sekarang giliran aku ngajarin kamu sesuatu, hehehehe…” jawabku.

“Iya, tapi apa…?” jawab Diana penasaran.

“Udah sekarang kamu nurut aja, coba tangan kamu taruh kebelakang.” perintahku, lalu Diana pun mengikutinya.
Setelah itu, aku ikat pergelangan tangan Diana menyiku kebelakang.

“Aawwwhhhh kok tangan aku diiket gini sih yang…?” tanya Diana bingung.

“Gak apa-apa sayang, kamu nikmatin aja dulu, hehehe…” jawabku sambil mengikat bagian atas dan bawah payudaranya.

“Eeemmmmhhhhhh… aaahhhhhh… jangan kenceng-kenceng sayang” sahut Diana.

“Iya ini juga gak kenceng kok sayang” jawabku.

“Yang, ini mainan apa sih…?, Kok aku diiket-iket gini…?” tanya Diana yang semakin bingung.

“Ini namanya bondage sayang, tapi yang soft, aku suka banget ngeliat foto cewek di iket kayak kamu gini sayang” jawabku sambil mengikat pergelangan kakinya.

“Oooh gitu… tapi jangan apa-apain aku loh…!, Mentang-mentang aku diiket gini kamu bisa bebas apa-apain aku” sanggahnya.

“Ya enggak lah sayang, aku tuh sayang banget sama kamu. Kamu sayang juga kan sama aku…?” tanyaku sambil aku ikat bagian betis dan lututnya.

“Iya aku juga sayang sama kamu” jawabnya sambil tersenyum, lalu aku cium bibirnya yg merah itu.

uuummmhhhhh… mmmuuaaahhhh…

Setelah aku ikat tubuh Diana, lalu aku pun memutar film. Diana pun mencoba melepaskan ikatan ditubuhnya dgn cara meronta,

“Yaannggg… lepasin dulu doong, pegel nih…” ucap Diana sambil meronta dan bersandar di dadaku.

“Kenapa sih sayang…?, itu lihat filmnya…” jawabku.

“Tapi pegel yaannggg… ayolah bukain sebentar…” sahutnya.

“Ah kamu bawel banget sih yang…” lalu aku pun beranjak untuk mengambil sapu tangan dan bandana.

“Buat apa itu yang…?, lepasin aku dulu” sahutnya.

“Ssstttttt udah sekarang kamu diem dulu ya… hehehhe” jawabku.

“Yaannggg aaammmppphhhhhh… mmmmppphhhh…” belum sempat Diana bicara, sebuah sapu tangan aku sumpalkan ke mulutnya dan aku tutup lagi dengan bandana agar sapu tangan dimulutnya tdk bisa dikeluarkan.

“Mmmmppphhhh… mmmmppphhhh…” erang Diana sambil meronta.


Aku rangkul tubuh Diana agar tidak banyak bergerak. Diana pun mulai tenang dalam rangkulanku dan ia pun mulai menikmati filmnya. Perlahan tanganku pun mulai menelusup kedalam kemeja dan bra yg ia gunakan.

“Mmmmpppphhhhh… mmmmmmhhhhh…” desah Diana sambil terus menyaksikan film.
Aku elus-elus payudaranya sambil aku pilin-piin putingnya.

“Mmmhhhhh… mmmmmpppphhhhh… mmmmhhhhhhh…” desah Diana saat payudara dan putingnya aku pilin-pilin.
Aku mulai isep-isep lehernya sambil aku pilin payudaranya.

“Mmmmhhhhhhhhh… mmmmmmmmhhhhh…” Diana terus memberikan respon yang cukup membuatku horny.

Lalu aku mulai telusupkan tanganku kedalam celananya…

“Mmmpphhh… mmmppphhh…” tiba-tiba Diana menjauh dariku dan menunjukan mulutnya yg disumpal.

“Kenapa sayang…?” tanyaku.

“Ffuuaahhh… jangan kesitu dulu, aku belum dapet feelnya…” jawabnya.

“Oooh, oke deh…” jawabku, sambil menciumi wajahnya.

“Mmmppphhhh… uuummmhhh…” desah diana karna bibir nya ku lumat.

“Mmppphhhh… mmuuaaahhhh…” desah Diana sambil membalas lumatanku. Aku lumat lidahnya sambil aku elus-elus payudaranya.

“Uuuuummmmhhhh… mmmppphhhh… aaahhh…” desahnya.

Aku terus elus-elus dan remas-remas payudranya…

“Eemmmhhhh… mmmppphhhh…” desah Diana sambil memejamkan matanya, lalu aku pilin-pilin puting Diana sambil sedikit menekan.

“Aaaaaaahhhhhhhhh…!” jerit Diana.

“Ngapain sih jerit-jerit segala…?” tanyaku sambil membekap mulutnya dengan tanganku.

“Maaf yang kelepasan… hehehe…” jawabnya.

“Waahh bahaya nih kalo kedengeran tetangga…” sahutku, lalu aku ambil sapu tangan dan aku sumpal mulut Diana agar tidak menjerit lagi.

“Mmmmppphhhhhh… mmmpphhhhhh…” erangnya.

“Nah, kalo gini kan aman” jawabku sambil mengelus-elus payudaranya.

Aku buka kancing kemejanya lalu aku keluarkan payudaranya dari cup bra-nya dan itu membuat payudara Diana mencuat dan semakin besar, aku elus-elus payudaranya sambil aku jilat-jilat putingnya.

“Mmmppppphhhhh…!” jerit Diana sekali lagi, aku pun terus isep-isep putingnya sambil aku pilin-pilin puting yg satu lagi.

“Mmmmppphhhh… mmmmppphhhh… mmmmppphhhh…” desah Diana sambil memejamkan matanya, lalu aku buka celananya dan aku elus-elus memeknya.

“Mmmpphhh… mmmpphhh… mmpphhh…” desah Diana keenakan.

Aku isep-isep puting Diana sambil aku elus-elus payudaranya, lalu aku baringkan Diana di sofa dan aku tutup matanya dengan bandana,lalu aku jilat-jilat memek Diana.

“Mmmmppphhh… mmmpphhh… mmmpphhhh…” desah Diana sambil menggelinjang.

Lalu aku buka celanaku dan aku elus-elus memek Diana dgn kontolku dan pelan-pelan aku masukan kontolku ke memek Diana.

“Mmmmmppphhhhh… mmmppphhhhhh…” desah Diana, lalu aku mulai genjot-genjot memek Diana perlahan.

“Mmmppphhh… mmpphhh…” desah Diana, aku isep-isep payudara dan leher Diana sambil terus genjot memeknya. aku lepas sumpalan di mulutnya lalu aku lumat bibirnya.

“Uuummmhhhh… mmuuuaahhh… aahhh… sayaanngg aahhh…” desah Diana tidak beraturan saat aku genjot memeknya sambil melumat bibirnya.

“Aaahhh… sayannggg… uuuhhhh… aahhh… mmmhhhh…” desahnya.

“Kenapa sayang…? Enak kan…? Hehehe…” tanyaku.

“Aaahhh… mmmppphhhh… aaahhhh… aahhhh… aaahhhh…” desah Diana keenakan.

“Aaawwwhhhh… sayaaannggg… aaaahhhh saakkiiittt…!” jerit Diana saat aku menggenjotnya dengan kasar.

“Ssstttt… diem dong sayaaang!” sahutku.

“Aaahhhh… mmmppphhhh… yaaannnggg aaammmppphhh…” desah Diana saat aku sumpal lagi mulutnya karena takut didengar tetangga.

“Mmmpphhh… mmpphh… mmppphhh…” desahku keenakan, karna memek Diana semakin menjepit kontolku.

Kelihatanya Diana sudah sangat horny, maka aku percepat genjotan di memeknya.

“Mmmpphhh… mmmpphhh… mmmpphhhh… mmmppphhhh…” desah Diana sambil menggelengkan kepalanya saat aku genjot memeknya sambil aku pilin dan isep-isep putingnya.

“Mmmppphhhhhh… mmmmpppphhhhh…” erangnya karena sudah tidak tahan lagi menahan orgasmenya,

“keluarin barengan ya sayang…” sahutku dan Diana pun terus mendesah dan menggelinjang.

“mmmppphhh… mmmppphh… mmmpphhhh…” desahnya.

“aaahhh… sayaanng… aku mau keluar nih…” sahutku.

Tak lama kemudian kami pun orgasme bersamaan…

“mmmmmppphhhh… mmmpphhhh…” desah Diana lemas.

“kamu hebat sayang, makin cinta deh sama kamu…” kataku sambil mencium bibirnya.

“uuummmhhh… emmhhh… aaammmhhhh…” Diana pun membalas ciumanku. Ku lumat bibir dan lidahnya dan ia pun membalasnya.

“kamu disini dulu ya, aku mau masak dulu buat kita…” sahutku.

“lepasin aku yaangg, pegel nih…” jawabnya.

“hehehe… nanti ya sayang, tapi kalo kamu bisa lepasin aja sendiri… hehehe…” kataku sambil menyumpal lagi mulutnya.

“tapi yang… eeuummppphhh… mmmpphhhh..” belum sempat Diana bicara, aku sumpal lagi mulutnya dgn saputangan.

“aku masak dulu ya sayang…” kataku sambil mencium keningnya.

Lalu Diana pun mulai meronta-ronta melepaskan ikatannya sementara itu aku didapur memasak untuk kami berdua.
Selesai masak aku pun kembali dan melihat Diana masih keadaan terikat karena tidak bisa melepaskan diri dari ikatanku.

“loh belum lepas juga sayang…? Hehehe” ledekku.

“mmmppphhhhhh…” jawab Diana, lalu aku lepaskan ikatannya dan aku bersihkan tubuhnya dari sisa-sisa spermaku.

Setelah kami berdua rapi, kami pun menyantap masakan yg aku buat. Setelah kejadian itu hubungan kami pun semakin menarik dan penuh warna. Setiap minggu kami selalu bermain dengan atau tanpa berhubungan badan, dan aku berjanji gak akan pernah buat Diana kecewa.

Bercinta Dengan Karyawan Hotel Berpayudara Besar & Mulus


Bercinta Dengan Karyawan Hotel Berpayudara Besar & Mulus - Perkenalkan namaku Tomson, masih lajang dan bekerja sebagain karyawan perusahaan pertambangan. Sebagai seorang karyawan yang bertugas mengurus perijinan adalah hal yang mengaѕiknуа bila ditugаѕkan keluаr kоtа oleh kаntоr. Selain bekerja, sekaligus bisa untuk bеrеfrеѕing, mumрung dibауаri dеngаn uаng kаntоr hеhе… аku рunуа расаr nаmаnуа Mindy diа mаѕih bаngku kuliаh kеbеtulаn mеmаng kuliаhnуа lаgi libur, diа mаkѕа ingin ikut bеrѕаmа ku di luаr kоtа.

Sеkаli kаli dараt bоnuѕ dоublе dаri kаntоr dаn dаri расаr, уа kаrеnа kitа kаlаu kеtеmu раѕti ѕеlаlu ngеntоt еntаh dimаnа tеmраtnуа, mаlаm itu wаktu ѕudаh mеnunjukаn jаm 10 mаlаm аku ѕudаh ѕаmраi di tеmраt tujuаn, kаrеnа tugаѕ kаntоr mulаi jаm 8 раgi, аku lаngѕung mеnuju mеnсаri hоtеl untuk bеriѕtirаhаt.

Aku mеnсаri hоtеl уаng dеkаt dеngаn реkеrjааnku kаrеnа раgi раgi аku lаngѕung bеrtеmu dеngаn kliеnku, аku lаngѕung mаѕuk kе hоtеl bеrbintаng 5, аku dаn Mindy mеnuju rесерtiоniѕ, ѕudаh аku реrѕiарkаn uаng tunаi dаn ktр untuk kitа сhеk in. Tарi ѕеtеlаh di сеk KTP kitа bеrduа оlеh rесерtiоniѕ hоtеl, diа bеrkаtа dеngаn nаdа ѕораn dаn mеrdu ѕuаrаnуа kаrеnа diа mеmаng сеwеk.

“Mоhоn mааf bu, biѕа lihаt ktр ibu jugа…?” рintа rеsерtiоniѕ itu kераdа Mindy.

Mindy tidаk kеbеrаtаn, mеѕkiрun реngаlаmаn ku сhеk in di hоtеl hаnуа ktр ѕеоrаng ѕаjа уаng di саtаt.

“Bараk dаn ibu bukаn ѕuаmi iѕtri уа…?” tanya reseptionis itu kepada kami.

“Bеlum” jаwаbku ѕingkаt.

“Aduh, kаlаu gitu mоhоn mааf раk kаmi tidаk biѕа mеnеrimа tаmu раѕаngаn уаng bukаn ѕuаmi iѕtri” kata reseptionis itu kepada kami.

Baca Juga : Ngeseks Dengan Pacar Yang Seksi Dan Mulus Saat Ulang Tahunnya


Pеrtаnуааn kеnара, gimаnа dаn ѕеbаgаinуа mеlunсur dаri mulutku kераdа rеѕерtiоniѕ itu. kаmi mеndараt реnjеlаѕаn dаrinуа, dаn bаhkаn mеrеkа bеrduа mеrеkоmеndаѕikаn hоtеl уаng mеngizinkаn tаmu уаng bukаn раѕаngаn. Dеngаn kесеwа аku рun bаtаl untuk сhесk in di hоtеl itu. gарараlаh mаѕih bаnуаk hоtеl di ѕini.

Dаlаm реrjаlаnаn mеnсаri hоtеl уаng lаin, аku dаn Mindy mеnеrtаwаkаn kаmi ѕеndiri.

“Niаt kаmu udаh kеtаhuаn tuh” ucap Mindy sambil terkekeh kecil.

“Nаmаnуа jugа di dаlаm hоtеl dеngаn сеwеk, ngараin kаlаu nggаk ngеntоt…?" сеlеtuku.

Lаgiаn, gауа расаrаn аku dаn Mindy ѕudаh kауаk ѕuаmi iѕtri, ѕеtiар аdа kеѕеmраtаn раѕti ngеntоt. Tеrmаѕuk di hоtеl уаng аkhirnуа ku tеmраti.

Singkаt сеritа, аku tеlаh mеlеwаti реrjаlаn dinаѕ itu. 2 bulan kеmudiаn, аku di tugаѕkаn kеmbаli untuk dаtаng kе kоtа ini. ѕiаlnуа, Mindy, уаng kаli ini tidаk ikut ѕеrtа mеwаjibkаn аku untuk mеnginар di hоtеl уаng mеlаrаng kаmi dulu. Alаѕаnnуа, biаr аku gаk mасаm-mасаm. Sеbаgаi bukti, аku wаjib mеnуеrаhkаn bukti реmbауаrаn, ampuunnn dah sampai ѕеgitunуа.

Jаm 8 mаlаm lеwаt аku mеnguruѕ сhесk in. Tаk аdа kеѕulitаn. Sеlаin аku dаtаng ѕеndiri, tingkаt huniаn hоtеl jugа lаgi kоѕоng. Akuрun di аntаr оlеh ѕеоrаng сеwеk уаng уаng tаdi duduk bеrѕаmа di mеjа rеѕерtioniѕt, jеlаѕ kulihаt nametag di dаdаnуа bеrnаmа Vira.

“Mаѕ Tomson itu уаng beberapa waktu lаlu dаtаng kеmаri dаn gаk jаdi сhесk in kаn…?” kаtа rооm ѕеrviсе itu ѕаmbil bеrjаlаn.
Aku ѕеdikit kаgеt, tеrnуаtа сеwеk ini mаѕih mеngеnаli kеtikа аku dаtаng dаn bеrniаt nginар di hоtеl ini.

“Kоk kаmu ingеt ѕih mbа…?” tanyaku kepadanya.

“Iуа dоng mаѕ, ѕеbаgаi kаrуаwаn hоtеl ѕеbiѕа mungkin mеngingаt ѕеmuа tаmu уаng dаtаng” jаwаbnуа ѕоk уаkin. Tеrѕеrаh lаh ара kаtаnуа…

Pintu kаmаr di bukа, Vira mеmреrѕilаhkаn аku mаѕuk, iа jugа mеnjеlаѕkаn ѕеgаlа ѕеѕuаtu уаng biѕа di gunаkаn di hоtеl itu ѕеbаgаi fаѕilitаѕ. 
Kаrеnа tеrlihаt оrаngnуа mеnуеnаngkаn, аku mеmbеrаnikаn diri bеrkаtа раdаnуа…

“Mbа, biѕа nggаk аku bаwа сеwеk kе hоtеl ini…?, adа dеh mbа buаt tutuр mulut” tanya ku iseng kepadanya.

“Emаng сеwеknуа mаnа…?” tanya nya kepadaku.

“Yа nуаri dulu di luаr, аtаu kalau mbа рunуа сhаnеl kаѕih tаhu ѕауа, tарi уаng саntik” jawabku.

“Cаntik nуа yang gimаnа…?, Aku gаk tаhu” tanya nya kembali.

“Pоkоknуа уаng kulit рutih, рауudаrаnуа bеѕаr, kауаk mbа gini lаh, еnаk di lihаt” kаtаku ѕаmbil mеmbеritаhukаn tаrif уаng biѕа ku ѕеdiаkаn.

“Oo….ntаr diрikirin dulu dеh” jаwаbnуа, lаlu kеluаr dаri kаmаrku.

Sеtеlаh аku mаndi, аku ѕаntаi di kаѕur ѕаmbil nоntоn tv. Tарi аku tеtар mеnunggu jаwаbаn dаri gadis rооm ѕеriviсе.

RTP SLOT GACOR TERUPDATE
GUDANG CUAN TERPERCAYA 2025


Kаrеnа tаk ѕаbаr gаk dараt kаbаr, аku tеlероn kе rеsерtiоniѕ…

Tutt… tutt… bunti telfon berdering.

“Biѕа biсаrа dеngаn Vira…?” ucapku.

Tеrnуаtа Vira уаng mеnjаwаb tеlероn…

”Sеbеntаr lаgi mаѕ, tunggu аjа” jawab vira.
Vira mеmbеri hаrараn untuk mеnсаrikаn perempuan kераdаku. Jаm 23.10 ada yang mengetuk pintu kamarku. Bеrаrti kаbаr mеnggеmbirаkаn untuk dараt mеnuntаѕkаn libidо.

Kеtikа рintu kаmаr ku bukа, аku mеlihаt Vira dеngаn tаѕ di рundаknуа, сеlinguk kе kiri dаn kаnаn tidаk аdа ѕiарарun di ѕаmрingnуа

“Mаnа mbа, katanya mau nyariin…?” tanyaku bingung.

Vira tidаk mеnjаwаb, diа mаѕuk kе kаmаrku, аdа ѕеdikit dоngkоl dаlаm hаti karena birаhiku ѕеаkаn tаkаn tеrѕаlurkаn.
Vira kеmudiаn mеnаwаrkаn diri untukku, аku kаgеt.

Tарi…

“Mаu nggаk…?” diа bеrtаnуа

“Bоlеh… bоlеh…” jawabku. Seketika kоntоlku lаngѕung ngасеng.

“Kаlаu gitu, biаr аku mаndi dulu” Vira mеlеmраr tаѕnуа bеgitu ѕаjа.

Sеlаgi Vira mаndi, аku ѕеmраt bеrрikir, mungkinkаh diа bеkеrjа gаndа dаn ѕеring mеlаkukаn ini. аh, аku tаk реduli. Dаѕаr сеwеk, kаlаu mаndi lаmа, ucapku kesal di dalam hati karena udаh gak sabar реngеn ngеntоt.

Tak lama kemudian terlihat vira keluar dari kamar mandi hаnуа mеngеnаkаn hаnduk ѕаjа. Oh саntik ѕеkаli diа. Pаhаnуа muluѕ, рundаknуа bеrѕih bаngеt. Diарun mеrеbаhkаn bаdаnnуа di kаѕur.

“Sеring bооking сеwеk уа mаѕ…?” tanya nya.

“Ah nggаk jugа, bаru bеbеrара kаli” jawabku sambil menggerayangi paha nya yang mulus.

“Mаѕ… nаnti kаlаu nggаk рuаѕ mоhоn mаklum уа, аku gаk biаѕа ngеlауаni lеlаki” ucapnya ragu.

Iа mеnсеritаkаn bаhwа dirinуа bukаn mеlаkukаn рrоfеѕi gаndа, уаng di lаkukаnnуа ѕеkаrang kаrеnа bаru diрutuѕ ѕаmа расаrnуа уаng tеlаh mеrеnggut реrаwаnnуа itu. Aku раhаm, tаk араlаh уаng реntingkаn аku dараt ngеntоt mеmеk rооm ѕеrviсе саntik. Tарi, аku di mintа mеmаkаi kоndоm. Tаk mаѕаlаh, аku рunуа ѕtоk kоndоm di dоmреt.

Tubuh bugil Vira аkhirnуа tеrраmраng di hаdараnku. Aku mеngаkui kеmоlеkаn tubuhnуа mеlеbihi tubuh расаrku. Vira mеmаng tidаk bеgitu аgrеѕif kеtikа аku mеlаkukаn rаngѕаngаn реmаnаѕаn.

“Mаѕ… оoouuhh… аaarrgghh…” Erangnya karena ku jilati memek nya.

Mendengar desahan nya membuatku ѕеmаkin tеrаngѕаng, ku ѕоbеk bungkuѕ kоndоm dan ku раѕаng di kоntоlku уаng ѕudаh kеrаѕ ѕеkаli.

“Ooouhhhhhhh… аaarrgghhhh…” desah nya tertahan.

“Ku masukan sekarang yaa…?” tanya ku kepada nya.

Virapun menganggukkan kepala nya tanda setuju, dann…

Jlеeeb… jlеeeb…

“Ooowwuhhhh… оoohhhh…” terdengar kembali desahan nya.
Bener - Bener sempit nih memek ucapku dalam hati.

“Aaaarrghhhhh… аaaaahhhhhhhhhhh… оooohhhh… оoooohhhh…” еrаngаn kеnikmаtаn ѕilih bеrgаnti dаri kаmi.

“Mаaaѕ… оooohh… аaaahh…” racaunya.

”Kеnара ѕауаng…?” tanyaku sambil terus menggoyang.

“Tеrussѕ… tеrsssuѕ… оooohh… aahhhh…oohhhh… аaaahh…” racaunya tak jelas.

“Mеmеk kаmu еnаk ѕеkаli vira…” pujiku.

“Ooouhhhh… maaaaѕѕѕѕѕ… mаaassѕ… ouhhhhh…” Vira ѕеmаikn раnаѕ mеlауаniku dan menggеlinjаng kеkiri dаn kаnаn.

“Ooouhhhhh… aaauhhh… aaaahhhh… mаaasssѕ… оohohhhh… аaaaaahhhhhhhhhh…” racaunya semakin tak karuan.

“Vira… аaaahh… оooohh… аku kеluаr…аaaaahhhhhhh…” desahku sambil terus menggoyang semakin kencang karena sudah berada di puncak kenikmatan.

Crоot… сrooоt… croootttt…

Aku оrgаѕmе, bеgitu jugа Vira. Diа mеngеjаng kеrаѕ sambil mеnjаmbаk rаmbutku.

“Ooouuhhhhhhhh… aaaaaaaahhhhh…” desah kami berdua bersama.

Aku tеrkulаi lеmаѕ di аtаѕ tubuhnуа. Sеtеlаh itu ku tаrik kоntоlku, tеrlihаt kоntоl bеrѕаrung kоndоm di lumuri ѕреrmа уаng tеrtаhаn.

“iiiihhhhh…” ucapnya sambil tеrѕеnуum gеli.
“Mаu di minum nggаk…?” tanyaku iseng.
“Gаk аh jijikkkkk” ucapnya merasa jijik. 
“Enаk tau" jawabku sambil tertawa.
“Enggаk аh, аku bеlum реrnаh” jawabnya kembali.

Mеѕki tidаk mаu mеminum ѕреrmаku, diа mеngаmbil kоndоm di tаngаnku dan mеnuаngkаnnya kе tеlараk tаngаnnya dаn mеnсium bаunуа.

Setelah beristirahat sebentar kаmi bеrduа mеmbеrѕihkаn bаdаn kе kаmаr mаndi, kеmudiаn kаmi kеmbаli rеbаhаn di kаѕur. Aku mеngеluаrkаn uаng bауаrаn ѕереrti уаng tеlаh ku jаnjikаn, tеrmаѕuk tiрѕ untuk tеmаnnуа.

“Mаkаѕih уаh Vira, kараn-kараn kаlаu аku kеѕini lаgi, mаѕih mаu kаn…?” tanyaku kepadanya.

“Ngараin kараn-kараn, ѕеkаrаng jugа mаu nаmbаh bоlеh” Jawabnya sambil tersenyum menggoda.

Vira kеmudiаn bеrkаtа mаlаm ini mаlаѕ рulаng kе rumаh, bеѕоk iа hаruѕ mаѕuk jаm tujuh раgi, iа рun mеmintа ku mеngizinkаnnуа mеnginар di kаmаr уаng ku tеmраti. Aku ѕеnеng bаngеt, kаrеnа bеrаrti аku bisa ngеntоt lаgi. Bаhkаn diарun tidаk ingin mеmintа bауаrаn lаgi.

Ngeseks Dengan Pacar Yang Seksi Dan Mulus Saat Ulang Tahunnya


Ngeseks Dengan Pacar Yang Seksi Dan Mulus Saat Ulang Tahunnya - Kejadian ini sebenarnya terjadi tahun 2017, bertepatan dengan ulang tahun kekasih ku yang ke 19. kekasih ku bernama Riska, wajahnya sangat cantik dengan ukuran tubuhnya yang ideal tinggi 168 cm dan berat 50 kg.

Payudaranya sangat seksi dan besar, belum lagi kulitnya yang putih bersih. Pokoknya dia mampu membuat ku gemetaran. Aku sendiri berumur 22 tahun, dengan tinggi 170 cm, berat 58 kg dan kulitku sawo matang. Aku berasal dari Jakarta.

Sebenarnya aku sangat beruntung mendapatkan Riska, tapi selama 6 bulan pacaran aku tidak pernah menyentuhnya lebih jauh. Aku hanya memberikan ciuman dan pelukan, aneh bukan…?. Tetapi itu semua karena gaya pacaranku memang demikian. Aku tidak ingin merusak pacarku sendiri.

Riska kekasih ku adalah wanita yang sempurna. Dia selalu memakai baju-baju ketat dan terbuka. Tentu saja keseksian tubuhnya akan terlihat jelas dan membuat semua pria ingin melahap tubuhnya, apalagi aku sebagai kekasih nya.

Orang-orang pasti berpikir bahwa aku pernah menyetubuhinya. Itu semua tidak benar, karena aku selalu mengendalikan diriku dan selalu menolaknya jika dia mulai menggodaku dan bermesra-mesraan denganku. Penolakan itu ternyata berakibat fatal, karena Riska mulai gencar melakukan gaya-gaya yang membuatku bergairah.

Aku mulai merasa dia menjadikanku sasaran kepenasarannya. Mungkin karena sikap dinginku kepadanya. Aku bisa melihat dengan jelas kedua mata indahnya itu seakan memohon agar aku mau menyentuhnya dan membawanya ke surga kenikmatan. Tetapi tetap saja aku tepis. Hingga akhirnya, ketika Riska akan berulang tahun dan merayakannya hanya denganku. Dia menyuruhku datang ke villa keluarganya, tentu saja tidak ada siapa-siapa kecuali pembantunya.

Lalu pada malam harinya, aku datang dengan membawa seikat bunga untuk Riska. Pembantunya mempersilahkan aku duduk di ruang tengah, sementara itu dia memanggil Riska majikannya. Tiba-tiba dalam kesendirianku, aku dikejutkan dengan ciuman yang mendarat di pipi kananku dari belakang.

“Eh udah datang…!” ucap Riska sambil duduk di sebelahku.

“Iya…, HBD ya sayangku…!” jawabku sambil memberikan bunga yang kubawa untuknya.

Kedua mataku sibuk memperhatikan Riska, karena penampilanya sungguh luar biasa. Dia cantik sekali dengan pakaian sackdress-nya. Aku tidak mempedulikan ocehan Riska, karena konsentrasiku kini pada tubuhnya yang sexy.

Aku tahu kalau Riska tidak memakai BH karena putingnya tercetak jelas. Hampir saja aku menggigit lidahku karena disuguhkan pemandangan seperti itu. Riska yang terdiam rupanya memperhatikanku dan tersenyum genit.

Dia mendekatiku dan membisikkan kata-kata…

“Aku akan memberikannya padamu kekasih ku…”

Ucapannya itu membuat aku berdebar-debar. Kemudian Riska berjongkok di antara kedua kakiku. Aku bisa melihat pahanya yang mulus dan CD-nya yang berwarna hitam tersembul disana. Aku terhipnotis, dan tanpa kusadari batang kemaluanku mulai hidup.

Riska membuatku gila karena dia mulai mengusap-usap batang kejantananku dari balik celanaku. Usapannya itu telah membangkitkan batang kejantananku yang semakin tegang.

Baca Juga : Bercinta Dengan 2 Cewek Mulus Dan Seksi


Riska mulai membuka resleting celanaku, dan nampaklah kepala batang kejantananku yang sudah keluar dari CD-ku. Riska terus menarik celanaku dan CD-nya, hingga aku telanjang. Aku merasakan tangannya yang halus mulai mengusap-usap batang kejantananku.

“Uuuuhhh…” desahku. Aku merasakan getaran kenikmatan telah muncul.

Kemudian Riska mengulumnya, menjilatinya dari ujung hingga pangkal batang kemaluanku. Aku mulai tidak tahan, nafasku memburu saat kocokan-kocokan mulutnya mulai beraksi. Kedua tanganku menyentuh payudaranya dan aku mulai meremasnya.

“Aaaahhh…” aku mendesah tidak karuan.

Riska memang pintar, dia menghisap kontolku dengan kuat.
Sluuurrpp… sluuuurrpp… sura hisapan nya nyaring terdengar yang membuatku semakin gila.

Kuelus-elus tengkuknya dengan tangan kiriku, sedangkan tanganku yang kanan masih meremas-remas payudaranya. Aku menikmati perlakuannya hingga aku merasa akan mengeluarkan sesuatu.

“Sayangku ku… aku mau keluar…” ucapku padanya.

Riska seakan mengerti, dia menghisap batang kejantananku dengan cepat dan…

“Aaahhh…!” desahku keras.

Crot… croott… crooottt…
terlontarlah spermaku di dalam mulutnya.

Tanpa merasa jijik, dia menelannya. Kemudian dia mulai membersihkan kejantananku dengan jilatan-jilatannya. Setelah bersih, Riska bangkit dan mendorongku ke sofa untuk bersandar. Kemudian dia mulai menciumku, aku pun membalasnya. Kupagut bibirnya yang sensual itu sambil kuelus punggungnya. Aku memainkan lidahku di dalam mulutnya.

Kusandarkan tubuhnya di sofa, dan aku segera turun dan berjongkok tepat di antara kedua pahanya yang sudah dibuka Riska lebar-lebar. Kuciumi Riska terus menerus, kemudian lehernya kujilati dengan lembut.

“Aaahh… aaaaahhh…” desahan-desahan mulai keluar dari bibirnya.

Aku menarik resleting bajunya dan kuturunkan, hingga nampaklah payudaranya yang luar biasa itu. Aku tidak tinggal diam, aku mulai menjilatinya.

“Aaahh… aaaaahhh… aahh…” desahnya. 

Cuup… cuuppp…
Aku kecup payudaranya yang besar itu.

“Oouuh… ooohh… sayang…” Riska mengeluarkan lenguhan-lenguhan kenikmatan.
Aku teruskan dengan menghisap payudaranya kuat-kuat.

“Oooohhh…” Riska mendesis sambil menjambak rambutku.

Kemudian kupilin-pilin putingnya yang sudah keras itu 

“Ooohh… aaahh… eesshh…” nampaknya Riska menikmatinya.

Aku mulai turun ke CD-nya, kuturunkan berikut dengan bajuku juga. Hingga nampaklah vaginanya yang sudah basah. Aku langsung menjilatinya.

“oooh… ooohhh…” desahan Riska membuat aku semakin tegang.

Kuteruskan jilatanku, kumainkan lidahku di dalam liang kewanitaannya.

“Aaaahh…” jeritnya yang bersamaan dengan pahanya yang menjepit kepalaku dengan kuat.

Tubuhnya bergerak kesana kemari. Aku tidak memperdulikannya dan terus menjilatinya. Kuhisap dan kusedot liang kenikmatannya yang sudah basah itu dengan kuat-kuat. Kemudian klitorisnya kuemut dengan kuat.

“Oouuhhh… ooooohh…” lenguhnya panjang.

“Sayang ku… ayo masukkan… masukkan…!” pinta Riska memohon.

Aku tidak menyia-nyiakannya, kuludahi batang kejantananku dengan air liurku dan kuarahkan pada liang senggamanya yang sudah banjir oleh cairan kewanitaanya.

“Oouuhhh… aaahhh…” Riska mendesah tidak karuan saat kepala kejantananku kugesek-gesekkan di bibir vaginanya. Kemudian kudorong batang keperkasaanku untuk masuk lebih dalam.

Riska berteriak…

“Sayaang… saaakiiitt…” wajahnya meringis kesakitan.

Aku menenangkannya dan mulai memasukkanya lagi tanpa mempedulikan jeritan-jeritan dari bibir Riska.

“Bleeeesssss… Ooooouuuhhhh…” aku diam tidak bergerak saat batang kemaluanku sudah terbenam dalam liang senggamanya.
Setelah Riska sedikit tenang, aku mulai menarik sedikit batang kejantananku.

“Aaaww… aaahhh…” Riska terus merintih.

Aku sendiri sedang merasakan nikmatnya jepitan bibir vaginanya yang membuat batang keperkasaanku berdenyut-denyut tidak karuan. Kumulai memaju-mundurkan batangku di dalam liang senggamanya. Masuk, keluar, masuk, keluar.

“Ooooohh… enak… ooooohh…” itulah kata-kata yang kutangkap dari suara-suara yang Riska keluarkan.

Kami mulai terbiasa melakukannya, pinggul Riska terus bergoyang kesana kemari dengan teratur. Gerak maju mundur batang kejantananku mulai kupercepat.

“Aaahh… ooohhh… saayang ku… Aku mau keluaaar…!” teriak Riska.

Kecepatanku kunaikkan 2 kali lipat, karena aku sendiri pun mengalami hal yang sama dengannya.

Dan akhirnya…
Crot… croott… croootttt…

“Aaaaahhhhh…” Kami berteriak keras sambil berpelukan karena mencapai orgasme bersamaan.

Dengan sisa-sisa tenagaku yang terakhir, kubopong tubuh Riska dan kubawa masuk ke kamarnya. Kubaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan aku mulai menciumi bibirnya dengan penuh nafsu. Kedua tanganku meremas-remas payudaranya dengan kuat. Kumainkan lidahku di putingnya. Riska mendesah kenikmatan, nafasnya mulai tidak beraturan. Aku meneruskan jilatanku di payudaranya, kuputar ke kiri serta ke kanan, kuhisap kecil.


“Ooohhh…” rintihanya membuatku semakin menggebu-gebu karena kutarik putingnya dengan bibirku.

“Oouuwhhh…” Riska terus mendesah, kedua tangannya mengelus-elus punggungku.

Aku semakin bernafsu, kubuka mulutku lebar-lebar dan kuhisap payudara kanannya.

Slurrpp… slurpp…
Terdengar suara kenikmatan dari hisapanku, sedangkan tanganku yang satunya meremas-remas payudara kirinya dengan kasar.

Aku melihat kedua mata Riska yang terpejam. Tetapi bibirnya tidak berhenti merinti-rintih kesakitan dan kenikmatan. Sementara itu batang kejantananku sendiri sudah menegang keras.

Kuhentikan hisapanku, lalu kutarik kedua kakinya ketepian tempat tidur hingga menyentuh lantai. Maka nampaklah vaginanya yang basah. Aku mengambil posisi berjongkok dan mulai menciumi selangkangannya dengan teratur.

“Ooouhh… sayaang… aaahhh…” itulah kata-kata yang kudengar dari bibir Riska saat lidahku menyentuh bibir kemaluannya. Kujilati dan terus kuhisap-hisap cairan kewanitaanya, kemudian kugigit klitorisnya. Riska menjerit keras, badannya mengelinjang ke kanan.

“Oooohh… oooohh… sayang ku… enakk…” desahnya.

Aku terus menambah kecepatan hisapanku dan terus mengocok liang senggamanya, menjilatinya dan menghisapnya dalam-dalam.

“Oooouwwhhh… eeesshh… aaahhh… Aku keluaaarr…!” teriak Riska keras.

Aku bersiap-siap untuk menelan cairan yang tersembur dari lubang kenikmatannya. Kemudian kubersihkan cairan-cairan yang masih tertinggal di bibir liang surganya.

Aku bangkit dan naik ke tempat tidur, sekarang posisi kami adalah 69. Riska memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya dan mengocok-ngocoknya. Aku merasakan jilatan-jilatannya yang mampu membuatku merem melek. Dia terus menyedot-nyedot kepala kemaluanku dengan kuat.

“Aaaaahhh…” desisku.

Aku seakan melayang-layang, entah dimana. Sungguh luar biasa apa yang kurasakan itu. Aku membalas perlakuan Riska dengan menjilati dan menggigit klitorisnya. Sontak tubuh Riska bergerak-gerak. Aku yang mulai merasakan batang kemaluanku akan mengeluarkan sesuatu, langsung menariknya dari mulut Riska. Kubuka lebar-lebar liang vaginanya dan kuhujamkan batang keperkasaanku pelan-pelan dannn…

Crot… crooottt…

spermaku menyemprot ke dasar liang senggamanya. Tubuhku lemas, tetapi itu hanya sekitar 5 menit. Aku bangkit dan mencabut batang kemaluanku dari liang senggamanya.

“Aaaaaahh…” desah Riska yang lemas tidak berdaya.

Kubuka pahanya lebar-lebar dan mulai menjilatinya lagi. Lidahku menari-nari di dalam liang kenikmatannya. Perlakuanku itu menbuat Riska menggelinjang tidak karuan, nafasnya kembali naik.

“Sluurp… sluurpp…” Kuhisap klitorisnya yang masih membesar itu.

Tanganku sendiri sibuk meremas-remas payudaranya.

“Oooohhh… aaaahhhh… Uuhhhh…” Riska menjerit kesakitan. Kedua pahanya menjepit kepalaku dengan keras. Aku tetap meneruskan jilatan dan hisapan pada kemaluannya.

“Oooohh… ooohhh… ssesshh…” Riska terus mendesah.

“Aku mau keluar…!” ucapnya.

“Slurpp… slurpp… ooohhh…” Aku terus menyedotnya semakin cepat dan liar.

Cepret… ceprett…

cairan kemaluannya membanjiri vagina dan wajahku. Riska tergeletak lemas, dia tidak peduli lagi saat aku membersihkan liang senggamanya dengan menyedot cairan kewanitaannya yang masih tertinggal di bibir vaginanya itu. Tetapi saat aku menyedot klitorisnya, dia memohon agar aku menghentikanya, karena dia sudah tidak kuat lagi, tapi aku tidak memberikan kesempatan kepadanya.

Kukocok-kocok lidahku di dalam vaginanya. Riska berteriak dan meronta-ronta. Kedua kakinya berusaha menendangku dengan sisa tenaganya yang terakhir. Tetapi dengan sigap kupegang kedua pahanya dan terus menghisap vaginanya.

“Oooohh… aaahh… aaahh…” desahan dan teriakkannya membuatku terangsang.

Kulihat Riska mulai menitikkan air matanya, pastilah dia merasa ngilu pikirku, tetapi aku tidak mempedulikannya karena nafsuku sudah di ubun-ubun, batang kemaluanku sendiri sudah berair. Aku terus menjilati liang kewanitaan Riska dengan cepat.

Tiba-tiba Riska berteriak…

“Sayanggg… masukkan… ooooohh masukkan…!” pintanya.

Aku pun tanpa basa-basi, membimbing batang kejantananku yang sudah tegang 10.000 volt ke dalam liang senggamanya. Riska sendiri sibuk memegangi kedua pahanya agar memudahkanku menancapkan senjataku. Kugesek-gesekkan kejantananku di liang kewanitaannya

Sreet… sreett…

“Ooohh… ooohhh… ooooohhhhh…” desahan Riska semakin menjadi-jadi.

Kuarahkan batang keperkasaanku ke dalam liang vaginanya

Bless…

“Aduuuh…! aaawwwhhh…! ooooh…!” Riska menjerit kenikmatan.

Aku sendiri merasakan kenikmatan cengkraman bibir kemaluanya yang kuat itu. Aku mulai memaju-mundurkan batang kejantananku yang diiringi desahan Riska.

“Ooohh… aaahhh… oooohhh… enak… enak…” desah siska sambil menggoyangkan pinggulnya seirama denganku, gerakan kami pun semakin cepat.

“Aaaahhh… sayang… Aku mau keluar lagi…” ucap Riska.

Aku terus menggenjotnya, karena aku pun merasakan batang kejantananku akan mengeluarkan spermaku.

Akhirnya aku melenguh keras…

“Aaaaahh… Crot… croott… croooottttt…” batang kejantananku memuntahkan spermaku di dalam liang senggama Riska.

“Aaaaahh… ooooohh… Uuhh…” Riska juga menjerit Bersamaan dengan itu.

Tubuhnya mengejang sambil memelukku kuat-kuat. Aku merasakan cairan kewanitaannya membasahi batang kemaluanku. Riska melepaskan pelukannya, tubuhnya menjadi lemas tidak berdaya, begitu juga denganku.

Kucabut batang keperkasaanku dari liang senggamanya. Kemudian kubuka pahanya, kujilati sisa-sisa ciran kewanitaanya, lalu kubaringkan tubuhku di sampingnya. Kucium keningnya sambil kupeluk dan kubisikkan kata-kata bahwa aku sangat mencintainya. Riska hanya tersenyum sambil memejamkan matanya. Malam itu, kami melakukanya 4 kali dan kami mengulanginya dimana pun kami berada.

Bercinta Dengan 2 Cewek Mulus Dan Seksi


Bercinta Dengan 2 Cewek Mulus Dan Seksi - Ceritaku ini dimulai waktu aku SMA kelas 2, waktu itu aku baru 2 bulan tinggal sama ayah tiriku. Ibu menikah dengan orang ini karena tidak tahan hidup menjanda lama-lama. Yang aku tidak sangka-sangka ternyata ayah tiriku punya 2 anak cewek yang cantik dan seksi habis.

Yang satu sekolahnya sama denganku, namanya Mira dan yang satunya lagi sudah kuliah, namanya Tika. sih Mira cocok sekali kalau dijadikan bintang iklan obat pembentuk tubuh, nah kalau si Tika paling cocok untuk iklan BH sama suplemen payudara.

Sejak pertama aku tinggal, aku selalu berangan-angan bahwa dapat memiliki mereka, tapi angan-angan itu selalu buyar oleh berbagai hal. Dan siang ini kebetulan tidak ada orang di rumah selain aku dengan Mira, ini juga aku sedang capek karena baru pulang sekolah.

“Mir! entar kalau ada perlu sama aku, aku ada di kamar ya” teriakku dari kamar.

Aku mulai menyalakan komputerku dan karena aku sedang suntuk, aku mulai deh surfing ke situs-situs porno kesayanganku, tapi enggak lama kemudian Mira masuk ke kamar sambil bawa buku, kelihatannya dia mau tanya pelajaran.

“San, kemaren kamu udah nyatet Biologi belom…?, aku pinjem dong!” katanya dengan suara manja.

Tanpa memperdulikan komputerku yang sedang memutar film BF via internet, aku mengambilkan dia buku di rak bukuku yang jaraknya lumayan jauh dengan komputerku.

“Nih bukunya, kemaren aku udah nyatet” kataku.

Mira tidak memperhatikanku tapi malah memperhatikan film BF yang sedang di putar di komputerku.

“Mir…! kamu bengong aja!” kataku pura-pura tidak tahu.

“Eh… iya San, kamu nyetel apa tuh…? aku bilangin bokap sama nyokap loh!” kata Mira.

“Eeh… kamu barusan kan juga liat, aku tau kamu suka juga kan…?” balas aku.

“Mending kita nonton sama-sama, tenang aja aku tutup mulut kok” ajakku berusaha mencari peluang.

“Bener nih kamu kagak bilang…?” katanya ragu.

“Suer deh!” kataku sambil mengambilkan dia kursi.

Mira mulai serius menonton tiap adegan, sedangkan aku serius untuk terus menatap tubuhnya.

“Mir, sebelum ini kamu pernah nonton bokep kagak…?” tanyaku.

“Pernah, toh aku punya VCD-nya” jawabnya.

Wah gila juga nich cewek, diam-diam nakal juga.

“Kalau ML…?” tanyaku lagi.

“Belom” katanya.
“Tapi… kalo sendiri sih sering” timpal nya lagi.

Wah makin berani saja aku, yang ada dalam pikiranku sekarang cuma ML sama dia. Bagaimana caranya si “Otong” bisa puas, tidak peduli saudara tiri, yang penting nafsuku hilang.

Melihat dadanya yang naik-turun karena terangsang, aku jadi semakin terangsang, dan batang kemaluanku pun makin tambah tegang.

“Mir, kamu terangsang yah, ampe napsu gitu nontonnya” tanyaku memancing.

“Iya nih San… bentar yah aku ke kamar mandi dulu” katanya.

“Eh… ngapain ke kamar mandi…? nih liat!” kataku menunjuk ke arah celanaku.

“Kasihanilah si Otong” kataku.

“Pikiran kamu jangan yang tidak-tidak deh” katanya sambil meninggalkan kamarku.

“Tenang aja… rumah kan lagi sepi, aku tutup mulut deh” kataku memancing.

Dan ternyata tidak ia gubris, bahkan terus berjalan ke kamar mandi sambil tangan kanannya meremas-remas buah dadanya dan tangan kirinya menggosok-gosok kemaluannya, dan hal inilah yang membuatku tidak menyerah. Kukejar terus dia, dan sesaat sebelum masuk kamar mandi kutarik tangannya, kupegang kepalanya lalu kemudian langsung kucium bibirnya. Sesaat ia menolak tapi kemudian ia pasrah, bahkan menikmati setiap permainan lidahku.

“Akan aku berikan pengalaman yang paling memuaskan” kataku, kemudian kembali melanjutkan menciumnya.

Baca Juga : Ngeseks Dengan Pacar Yang Mulus Dan Seksi Didalam Kolam Renang


Tangannya membuka baju sekolah yang masih kami kenakan dan juga ia membuka BH-nya dan meletakkan tanganku di atas dadanya, kekenyalan dadanya sangat berbeda dengan gadis lain yang pernah kusentuh.
Perlahan ia membuka roknya, celanaku dan celana dalamnya.

“Kita ke dalam kamar yuk!” ajaknya setelah kami berdua sama-sama bugil.

“Terserah kamu, yang penting kau akan kupuaskan” kataku.

Tak kusangka ia berani menarik penisku sambil berciuman, dan perlahan-lahan kami berjalan menuju kamarnya.

“San… kamu tiduran deh, kita pake 69 mau tidak…?” katanya sambil mendorongku ke kasurnya.

Ia mulai menindihku, didekatkan vaginanya ke mukaku sementara penisku diemutnya. Aku mulai mencium-cium vaginanya yang sudah basah itu, dan aroma kewanitaannya membuatku semakin bersemangat untuk langsung memainkan klitorisnya.

Tak lama setelah kumasukkan lidahku, kutemukan klitorisnya lalu aku menghisap, menjilat dan kadang kumainkan dengan lidahku, sementara tanganku bermain di dadanya. Tak lama kemudian ia melepaskan emutannya.

“Jangan hentikan San… Aaah… percepat San, aku mau keluar nih! aaahhh… aaahh… oohhhh… San… aku ke…luaaar!” katanya berbarengan dengan menyemprotnya cairan kental dari vaginanya. Dan kemudian dia lemas dan tiduran di sebelahku.

“Mir… sekali lagi yah, aku belum keluar nih” pintaku.

“Bentar dulu yah, aku lagi capek nih” jelasnya.

Aku tidak peduli kata-katanya, kemudian aku mulai mendekati vaginanya.

“Mir, aku masukkin sekarang yah” kataku sambil memasukkan penisku perlahan-lahan.

Kelihatannya Mira sedang tidak sadarkan diri, dia hanya terpejam coba untuk beristirahat. Vagina Mira masih sempit sekali, penisku dibuat cuma diam mematung di pintunya. Perlahan kubuka dengan tangan dan terus kucoba untuk memasukkannya, dan akhirnya berhasil penisku masuk setengahnya, kira-kira 5 cm.

“Jangan San… entar aku hamil!” katanya tanpa berontak.

“Kamu udah mens belom…?” tanyaku.

“Udah baru kemaren, emang kenapa…?” katanya.

“Kalau gitu kamu kagak bakal hamil” jawabku Sambil aku masukkan penisku yang setengah.

“Aaaawww… aaahh… aaahh…! sakit San, aaaaaahhh… aaaahh… pelan-pelan… aaaaahhh… aaaahh…!” katanya berteriak nikmat.

“Tenang aja cuma sebentar kok Mir, mending doggy style deh!” kataku tanpa melepaskan penis dan berusaha memutar tubuhnya.

Ia menuruti kata-kataku, lalu mulai kukeluar-masukkan penisku dalam vaginanya dan kurasa ia pun mulai terangsang kembali, karena sekarang ia merespon gerakan keluar-masukku dengan menaik-turunkan pinggulnya.


“Aaaahh… aaaaahh… Sakit lagi San… aaaaahh…” teriaknya.

“Tahan aja, cuma sebentar kok” kataku sambil terus bergoyang dan meremas-remas buah dadanya.

“San… aaahh… pengen… aaaaaahhh… aaaahhh… pengen… keluar lagi San…” katanya.

“Tunggu sebentar yah, aku juga pengen nih” balasku.

“Cepetan San, enggak tahan nih” katanya semakin menegang.

“Aaaahh… aaaaaaaaaahh…! yah kan keluar” ucapnya.

“Aku juga Sayang…!” kataku semakin kencang menggenjot dan akhirnya setidaknya beberapa tembakan spermaku di dalam vaginanya.
Kucabut penisku dan aku melihat seprei, apakah ada darahnya atau tidak, tapi tenyata tidak.

“Mir kamu enggak perawan yach” tanyaku.

“Iya San, dulu waktu lagi masturbasi nyodoknya kedaleman jadinya pecah dech” jelasnya.

“San ingat loh jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita aja” ancamnya.

”Oh tenang aja aku bisa dipercaya kok, asal lain kali kamu mau lagi” jawabku.

“Siapa sih yang bisa nolak kontol” katanya mesra.

Setelah saat itu setidaknya seminggu 2 kali aku selalu melakukan ML dengan Mira, terkadang aku yang memang sedang ingin atau terkadang juga Mira yang sering ketagihan, yang asyik sampai saat ini kami selalu bermain di rumah tanpa ada seorang pun yang tahu, kadang tengah malam aku ke kamar Mira atau sebaliknya, kadang juga saat siang pulang sekolah kalau tidak ada orang di rumah.

Kali ini kelihatannya Mira lagi ingin, sejak di sekolah ia terus menggodaku, bahkan ia sempat membisikkan kemauannya untuk ML siang ini di rumah, tapi malangnya siang ini ayah dan ibu sedang ada di rumah sehingga kami tak jadi melakukan ini. Aku menjanjikan nanti malam akan main ke kamarnya, dan ia mengiyakan saja, katanya asal bisa ML denganku hari ini ia menurut saja kemauanku.

Ternyata sampai malam ayahku belum tidur juga, kelihatannya sedang asyik menonton pertandingan bola di TV, dan aku pun tidur-tiduran sambil menunggu ayahku tertidur, tapi malang malah aku yang tertidur duluan. Dalam mimpiku, aku sedang dikelitiki sesuatu dan berusaha aku tahan, tapi kemudian sesuatu menindihku hingga aku sesak napas dan kemudian terbangun.

“Mira! apa Ayah sudah tidur…?” tanyaku sambil melihat ternyata Mira yang menindihku dengan keadaan telanjang.

“Kamu mulai nakal San, dari tadi aku tunggu kamu tapi kamu tidak datang-datang juga. kamu tau sekarang sudah jam 3, dan ayah udah tidur sejak jam 2 tadi” katanya mesra sambil memegang penisku karena ternyata celana pendekku dan CD-ku telah dibukanya.

“Yang nakal tuh kamu, Bukannya permisi atau bangunin aku kek” kataku.

“Kamu tidak sadar yah… kamu kan udah bangun, tuh liat udah siap kok” katanya sambil memperlihatkan penisku.

“Aku emut yahhhh” goda nya.

“Mir jangan cepet-cepet dong, kasian kontolnya dong!” desak ku karena emutannya kali ini terasa berbeda, terasa begitu menghisap dan kelaparan.

“Aku udah kepengen berat San!” katanya lagi.

“Mending seperti biasa, kita pake posisi 69 dan kita sama-sama enak” kataku sembil berputar tanpa melepaskan emutannya kemudian sambil terus diemut.

Aku mulai menjilat-jilat vaginanya yang telah basah sambil tanganku memencet-mencet payudaranya yang semakin keras, terus kuhisap vaginanya dan mulai kumasukkan lidahku untuk mencari-cari klitorisnya.

“Aaaahhh… aaaahhh…” desahnya ketika kutemukan klitorisnya.

“San! kamu pinter banget nemuin itilku, aaaaahhh… aaaahh…” ucapnya sambil mendesah keenakan.

“kamu juga makin pinter ngulum kontol” kataku lagi.

“San, kali ini kita tidak usah banyak-banyak yah… aaaaahh…” katanya sambil mendesah.

“Cukup sekali aja nembaknya, taapi… sa… ma… ss… sa… ma… maa… aaaaahh…” katanya sambil menikmati jilatanku.

“Tapi San aku… maa… uu… keluar nih! Aaaahhh… aaaaaahh…” katanya sambil menegang kemudian mengeluarkan cairan dari vaginanya.

“Kayaknya kamu harus dua kali deh!” kataku sambil merubah posisi.

“Ya udah deh, tapi sekarang kamu masukin yah” katanya lagi.

“Bersiaplah akan aku masukkan ini sekarang” kataku sambil mengarahkan penisku ke vaginanya.

“Siap-siap yah!” ucapku.

“Ayo deh” katanya.

“Aaaaawhh… aaaaahh…” desahnya ketika kumasukkan penisku.

“Pelan-pelan dong!” katanya.

“Inikan udah pelan Mir” kataku sambil mulai bergoyang.

“Mir, kamu udah terangsang lagi belom…?” tanyaku.

“Bentar lagi San” katanya mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangiku, dan kemudian dia menarik kepalaku dan memintaku untuk sambil menciumnya.

“Sambil bercumbu dong San!” Tanpa disuruh dua kali aku langsung mencumbunya, dan aku betul-betul menikmati permainan lidahnya yang semakin hebat.

“Mir kamu udah punya pacar belom…?” tanyaku.

”Aku udah tapi baru putus” katanya sambil mendesah.

“San pacar aku itu enggak tau loh soal beginian, cuma kamu loh yang beginian sama aku” katanya lagi.

“Ah yang bener…?” tanyaku lagi sambil mempercepat goyangan.

“Aaaahhh… beee… ner… kok San, aaah… aahh… aaah… aaahh” katanya terputus-putus.

“Tahan aja, atau kamu mau udahan…?” kataku menggoda.

“Jangan udahan dong, aku baru kamu bikin terangsang lagi, kan kagak enak kalau udahan, aaaahh… aaaaa… aaahh… aku percepat yah San” katanya sambil mempercepat gerakan pinggulnya.

“Kamu udah ngerti gimana enaknya, bentar lagi kayaknya aku bakal keluar deh” kataku menyadari bahwa sepermaku sudah mengumpul di ujung.

“Aaaahh… aaaaahhh… bentar lagi nih” ucapnya.

“Tahan San!” katanya sambil mengeluarkan penisku dari vaginanya dan kemudian menggulumnya sambil tangannya memainkan klitorisnya.

“Aku juga San, bantu aku cari klitorisku dong!” katanya menarik tanganku ke vaginanya.

Sambil penisku terus dihisapnya kumainkan klitorisnya dengan tanganku dan…

“Aaaaaaahhh… aaaaahhh… aaaaahh… aaaahh…” desahku sambil menembakkan spermaku dalam mulutnya.

“Aku juga San…” katanya sambil menjepit tanganku dalam vaginanya.

“Aaaah… aaaaah… aaaaaahhh…” desahnya.

“Aku tidur di sini yah, nanti bangunin aku jam 6 sebelum ayah bangun” katanya sambil menutup mata dan kemudian tertidur di sampingku.

Tepat jam 6 pagi aku bangun dan membangunkanya, kemudian ia bergegas ke kamar mandi dan mempersiapkan diri untuk sekolah, begitu juga dengan aku. Yang aneh siang ini tidak seperti biasanya Mira tidak pulang bersamaku karena ia ada les privat, sedangkan di rumah cuma ada Kak Tika, dan anehnya siang-siang begini Kak Tika di rumah memakai kaos ketat dan rok mini seperti sedang menunggu sesuatu.

“Siang San! baru pulang…? Mira mana…?” tanyanya.

“Mira lagi les, katanya bakal pulang sore” kataku

“Loh Kak Tika sendiri kapan pulang…? katanya dari Solo yah…?” tanyaku.

“Aku pulang tadi malem jam 4” katanya.

“San, tadi malam kamu teriak sendirian di kamar ada apa…?” tanya nya kembali.
Wah gawat sepertinya Kak Tika mendengar desahannya Mira tadi malam.

“Aahh tidak kok, cuma ngigau” kataku sambil berlalu ke kamar.

“San!” panggilnya.

“Temenin kakak nonton VCD dong, kakak males nih nonton sendirian” katanya dari kamarnya.

“Bentar!” kataku sambil berjalan menuju kamarnya.

“Ada film apa Kak…?” tanyaku sesampai di kamarnya.

“Liat aja, nanti juga tau” katanya lagi.

“kakak lagi nungguin seseorang yah…?” tanyaku.

“kakak lagi nungguin kamu kok” katanya datar.

“Tuh liat filmnya udah mulai” ucapnya lagi.

“Loh inikan…?” kataku terbata sambil melihat film BF yang diputarnya dan tanpa meneruskan kata-kataku karena melihat ia mendekatiku.

Kemudian ia mulai mencium bibirku…

“kakak tau kok yang semalam” katanya.

“Kamu mau enggak ngelayanin aku, aku lebih pengalaman nih dari Mira” godanya.

Wah pucuk di cinta ulam pun tiba, yang satu pergi datang yang lain.

“Sebagai adik yang berbakti masak nolak sih” godaku sambil tangan kananku mulai masuk ke dalam rok mininya menggosok-gosok vaginanya.

Sedangkan tangan kiriku masuk ke kaosnya dan memencet-mencet payudaranya yang super besar.

“Kamu pinter deh… tapi sayang kamu nakal, pinter cari kesempatan” katanya menghentikan ciumannya dan melepaskan tanganku dari dada dan vaginanya.

“Loh, kak Tika mau ngapain… kan lagi asyik…?” tanyaku.

”Kamu kagak sabaran yah, kakak buka baju dulu terus kamu juga, biar asikkan…?” katanya sambil membuka bajunya.

Aku juga tak mau ketinggalan, aku mulai membuka bajuku sampai pada akhirnya kami berdua telanjang bulat.

“Tubuh Kak Tika bagus banget” kataku sambil memperhatikan tubuhnya dari atas sampai ujung kaki, benar-benar tidak ada cacat, putih mulus dan sekal.

Ia langsung mencumbuku dan tangan kanannya memegang penisku, dan mengarahkan ke vaginanya sambil berdiri.

“Aku udah enggak tahan San” katanya.

Kuhalangi penisku dengan tangan kananku lalu kumainkan vaginanya dengan tangan kiriku.

“Nanti dulu ah, beginikan lebih asik” sergahku.

“Aaah… kamu nakal San! pantes si Mira mau” katanya mesra.

“San…! kak Tika…! lagi dimana kalian…?” terdengar suara Mira memanggil dari luar.

“Hari ini guru lesnya tidak masuk jadi aku dipulangin, kalian lagi dimana sih…?” tanyanya sekali lagi.

“Masuk aja Mir, kita lagi pesta nih” kata Kak Tika.

“Kak! Entar kalau Mira tau gimana…?” tanyaku.

“San jangan panggil Kak, panggil aja Tika” katanya dan ketika itu juga aku melihat Mira di pintu kamar sedang membuka baju.

“kak Tika, aku ikut yah!” pinta Mira sambil memainkan vaginanya.

“San kamu kuat nggak…?” tanya Tika.

“Tenang aja aku kuat kok, lagian kasian tuh Mira udah terangsang” kataku.

“Mir cepet sini emut kontolku sini” ajakku.
Tanpa menolak Mira langsung datang mengemut kontolku.

“Mending kita tiduran, biar aku dapet vaginamu” kataku pada Tika.

“Ayo deh!” katanya kemudian mengambil posisi.

Tika meletakkan vaginanya di atas kepalaku, dan kepalanya menghadap vagina Mira yang sedang mengemut penisku.

“Sini mir, aku maenin vaginamu” katanya. Tanpa menunggu jawaban dari Mira ia langsung memainkan vaginanya. Permainan ini berlangsung lama sampai akhirnya Tika menegangkan pahanya, 
dan…

“Aaahhh… aaaahh… aku keluar…” katanya sambil menyemprotkan cairan di vaginanya.

“Sekarang ganti Mira yah” kataku.

Kemudian aku bangun dan mengarahkan penisku ke vaginanya dan masuk perlahan-lahan.

“Aaaahh… aaaaahh…” desah Mira.

“Kamu curang, Mira kamu masukin, kok aku tidak…?” kata tika.

“Abis kamu keluar duluan, tapi tenang aja nanti abis Mira keluar kamu aku masukin… yang penting kamu merangsang dirimu sendiri” kataku.

“Yang cepet dong goyangnya!” keluh Mira.

Kupercepat goyanganku, dan dia mengimbanginya juga.

“Kak, aaaahh… bentar lagi ganti… aaaahh… gantian yah, aku… mau keluar aaaaahh… aaaaaaahh…!” desahnya, kemudian lemas dan tertidur tak berdaya.

“Ayo San tunggu apa lagi!” kata Tika sambil mengangkang mampersilakan penisku untuk mencoblosnya.

“Aku udah terangsang lagi” ucap tika tidak sabaran.

Tanpa menunggu lama aku langsung mencoblosnya dan mencumbunya.

“Gimana enak penisku ini?” tanyaku.

“Penis kamu kepanjangan, tapi enak!” Katanya.

“Kayaknya aku nggak lama lagi deh” kataku.

“Sama, aku juga enggak lama lagi” katanya.

“Kita keluarin sama-sama yah!” terangnya.

“Di luar apa di dalem…?” tanyaku lagi.

“Aaaahh… aaaaaahh… di… dalem… aja…” katanya tidak jelas karena sambil mendesah.

“Aku… keluar… aaahhh… aaahh… aaaahh…” desahku sambil menembakkan spermaku.

“Aaaahh… aaaaahh… aku… aaaahh… juga…” katanya sambil menegang dan aku merasakan cairan membasahi penisku dalam vaginanya.

Akhirnya kami bertiga tertidur di lantai dan kami bangun pada saat bersamaan.

“San aku mandi dulu yah, udah sore nih” ucap mira.

“Aku juga ah” kataku.

“San… Mir… lain kali lagi yah” pinta Tika.

“Itu bisa diatur… asal lagi kosong kayak gini, ya nggak San!” kata Mira.

“Kapan aja kalian mau aku siap” kataku.

“Kalau gitu kalian jangan mandi dulu, kita main lagi yuk!” kata Tika mulai memegang penisku.

Akhirnya kami main lagi sampai malam dan kebetulan ayah dan ibu telepon dan mengatakan bahwa mereka pulangnya besok pagi, jadi kami lebih bebas bermain, lagi dan lagi. Kemudian hari selanjutnya kami sering bermain saat situasi seperti ini, kadang tengah malam hanya dengan Tika atau hanya Mira. Oh bapak tiri, ternyata selain harta banyak, kamu juga punya dua anak yang siap menemaniku kapan saja, ohh nikmatnya hidup ini.